Sabtu, 26 September 2026
06:45 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia

Rhizobia

Rhizobia merupakan jenis bakteri yang memiliki kemampuan untuk membentuk bintil akar penambat nitrogen pada tanaman legum.[1] Bakteri ini membentuk bintil akar dengan cara menginfeksi akar tanaman. Bintil akar khusus yang terbentuk menjadi inang bagi mikrosimbion pengikat nitrogen yang disebut bakteroid.[2] Hubungan antara tanaman kacang-kacangan dengan bakteri Rhizobia yang ada di tanah merupakan simbosis yang saling menguntungkan.[3] Asosiasi antara Rhizobia dan tanaman legum disebut sebagai Legume Nodulating Bacteria (LNB). Asosiasi ini kemudian memunculkan istilah cross inoculation group yaitu kelompok rhizobia yang hanya mampu membentuk bintil akar pada tanaman legum tertentu.[4]

Sebagian besar spesies dari bakteri Rhizobia masuk dalam genus Rhizobium, Mesorhizobium, Ensifer, atau Bradyrhizobium.[5] Secara taksonomi, rhizobia mewakili beberapa garis keturunan dalam Alpha dan Betaproteobacteria, dan oleh karena itu istilah “rhizobia” tidak mewakili satu takson, tetapi mengacu pada kumpulan polifiletik garis keturunan bakteri yang memiliki fungsi serupa. Rhizobia termasuk bakteri Gram-negatif. Jumlah spesies yang tepat dalam Rhizobia tidak pasti, karena spesies baru terus-menerus ditemukan dan dideskripsikan.[6]

Sejarah Penemuan Rhizobia

Spesies Rhizobia pertama yang diindentifikasi adalah Rhizobium leguminosarum. Bakteri ini diidentifikasi oleh Martinus Willem Beijerinck pada tahun 1888. Pada saat itu ia mengelompokkan mikroorganisme pengikat nitrogen yang diisolasi yaitu Bacillus radicicola yang kemudian belakangan dikenal sebagai Rhizobium.[7]

Manfaat Bagi Tanaman

Manfaat utama rhizobia bagi tanaman yaitu menjadi pupuk alami bagi tanaman sekaligus mengurangi pupuk kimia. Fiksasi nitrogen (menyerap nitrogen bebas dari lingkungan dan mengubahnya menjadi bentuk yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman) oleh rhizobia yang terkait dengan legum dapat memasok kebutuhan zat ini bagi tanaman.

Bagi tanaman, selain membutuhkan nitrogen juga membutuhkan fosfor. Dalam beberapa penelitian, Rhizobia memiliki peran dalam meningkatkan pemanfaatan fosfat oleh tanaman. Hal ini dipicu oleh enzim fosfatase yang dihasilkan oleh Rhizobia yang memfasilitasi penyerapan fosfat oleh tanaman. Rhizobia memiliki kemampuan untuk melarutkan fosfat yang terikat pada partikel tanah, sehingga meningkatkan ketersediaan fosfor untuk tanaman.[8]

Hubungan simbiotik dengan Rhizobia juga meningkatkan jumlah dan aktivitas akar tanaman. Hal ini disebabkan karena bakteri ini menghasilkan senyawa-senyawa kimiawi seperti fitohormon, yang merangsang pertumbuhan akar tanaman. Akar yang lebih kuat dan lebih berkembang memiliki kapasitas penyerapan yang lebih baik, termasuk penyerapan fosfor.[9]

Referensi

  1. ↑ Bait, Misbakhul, dkk (Oktober 2022). "Identifikasi dan Kekerabatan Rhizobia Pohon Mangium dan Sengon Berdasarkan nodD1 dan nifH". Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI). Vol. 27 (4) 2022. doi:10.18343/jipi.27.4.627.{{cite journal}}: |volume= memiliki teks tambahan; line feed karakter dalam |title= pada posisi 63Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. ↑ Ledermann, Raphael; Schulte, Carolin C. M.; Poole, Philip S. (2021-05-20). Margolin, William (ed.). "How Rhizobia Adapt to the Nodule Environment". Journal of Bacteriology (dalam bahasa Inggris). 203 (12). doi:10.1128/JB.00539-20. ISSN 0021-9193. PMC 8315917. PMID 33526611.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)
  3. ↑ "Plant-Rhizobia Relationship | Crop Science US". www.cropscience.bayer.us (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-10-03.
  4. ↑ Amalia, Prenaly. Karakterisasi Isolat Bakteri Pembintil Akar Legum dari beberapa Agroekosistem di Lampung Barat. Yogyakarta: UGM.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ "The current taxonomy of rhizobia | NZ Rhizobia". rhizobia.nz (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-10-03.
  6. ↑ Fahde, Sara; Boughribil, Said; Sijilmassi, Badreddine; Amri, Ahmed (2023-06-21). "Rhizobia: A Promising Source of Plant Growth-Promoting Molecules and Their Non-Legume Interactions: Examining Applications and Mechanisms". Agriculture (dalam bahasa Inggris). 13 (7): 1279. doi:10.3390/agriculture13071279. ISSN 2077-0472.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  7. ↑ "Martinus W. Beijerinck | Biography, Virology, & Facts | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-10-03.
  8. ↑ Alfikri, M. R (2023-10-05). "Uji Pemanfaatan Rhizobia Sp. Dalam Meningkatkan Kadar Fosfat Tanah Dan Serapan Fosfat Tanaman Kedelai". doi:10.5281/ZENODO.8409419.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  9. ↑ Alfikri, M. R (2023-10-05). "Uji Pemanfaatan Rhizobia Sp. Dalam Meningkatkan Kadar Fosfat Tanah Dan Serapan Fosfat Tanaman Kedelai". doi:10.5281/ZENODO.8409419.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan