Rabu, 04 November 2026
12:04 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Rhinoscleroma

Rhinoscleroma, atau Scleroma adalah penyakit kronis granulomatosa, penyakit yang disebabkan bakteri dihidung yang terkadang dapat menginfeksi Sistem pernapasan atas.

Bagikan:
60px-Star_of_life_caution.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
Rhinoscleroma
SpesialisasiPenyakit menular Sunting ini di Wikidata

Rhinoscleroma, atau Scleroma adalah penyakit kronis granulomatosa, penyakit yang disebabkan bakteri dihidung yang terkadang dapat menginfeksi Sistem pernapasan atas.[1] Pada umunya memengaruhi rongga hidung 95%-100% dari kasus, terkadang juga dapat memengaruhi nasofaring, laring, batang tenggorok, dan bronchi (cabang tenggorok).

Penyebab

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Klebsiella rhinoscleromatis—Subspesies dari bakteri Klebsiella pneumoniae, bakteri ini masuk dalam kategori Gram-negatif berbentuk bungkus, nonmotile, bacillus berbentuk batang, anggota dari Enterobacteriaceae. Terkadang disebut "Frisch bacillus" diambil dari nama Anton von Frisch orang yang pertama kali mengidentifikasi bakteri tersebut.[2]

Catatan

  1. ↑ Palmer & Reeder.
  2. ↑ DiBartolomeo. Page 14.

Referensi

  • DiBartolomeo, Joseph R. (1976), Scleroma of the nose and pharynx. Journal: West. J. Med., vol. 124., pp. 13–17.
  • Frisch, Anton von (1882), Zur Aetiologie des Rhinoskleroms. Journal: Wiener Medizinische Wochenschrift; vol. 32, pp. 969–972.
  • Hebra, Hans von (1870), Ueber ein eigenthümliches Neugebilde an der Nase; Rhinosclerom; nebst histologischem Befunde vom Dr. M. Kohn. Journal: Wiener Medizinische Wochenschrift; vol. 20, pp. 1–5.
  • Morton, Leslie T. (1970), A medical bibliography (Fielding H. Garrison and Morton). Philadelphia & Toronto: J. B. Lippincott Company, p. 388.
  • Palmer, P. E. S. & Reeder, M. M. (2000), The imaging of tropical diseases. Heidelberg: Springer Verlach; vols. 1 & 2 (ISBN 3-540-66219-7).

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan