Senin, 26 Oktober 2026
01:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Rezim Kuno

Rezim Kuno

Sistem politik Prancis abad XV sampai XVIII

Bagikan:
250px-Louis_XIV_habill%C3%A9_en_soleil.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Louis XIV sebagai raja matahari.

Rezim Kuno (bahasa Prancis:Ancien Régime; pengucapan bahasa Prancis: [ɑ̃sjɛ̃ʁeʒim]) adalah suatu sistem aristokratik di Prancis di bawah pemerintahan dinasti Valois dan Bourbon pada abad ke-14 sampai abad ke-18. Rezim ini digulingkan oleh Revolusi Prancis.[1]

Populasi

Rezim Kuno menguasai wilayah seluas 200,000 mil persegi pada tahun 1700, dan memerintah sekitar 20 juta orang dengan empat perlimanya adalah petani.[2] Belum ada sesus penduduk sebelum tahun 1789 sehingga jumlah ini merupakan perkiraan.[3] Prancis memiliki jumlah penduduk kedua terbanyak di Eropa pada tahun 1700[4]

Kekuasaan

Kekuasaan di Rezim Kuno didasarkan pada tiga pilar: monarki, kependetaan, dan aristokrasi. Masyarakat dibagi menjadi tiga kelompok: Pendeta Katolik, bangsawan, dan rakyat biasa.[5]

Rezim Kuno menerapkan banyak aspek feodalisme, khususnya hak-hak istimewa untuk kalangan pendeta dan bagsawan, dan didukung oleh doktrin Kuasa Raja dari Tuhan. Perbedaannya dengan pemerintahan sebelumnya adalah bahwa pada Rezim Kuno kekuasan politik banyak terpusat pada monarki absolut

Referensi

  1. ↑ Doyle (2001)
  2. ↑ Pierre Goubert, The Ancien Regime (1973) hlm. 2-9
  3. ↑ Prancis tertinggal dari negara-negara Eropa ainnya dalam hal sensus penduduk, Spanyol dan Swedia telah mengadakan sensus pada tahun 1717 dan 1720
  4. ↑ Inggris memiliki sekitar lima juta penduduk, Spayiol sekitar delapan juta penduduk. Sementara Rusia merupakan negara terpadat di Eropa pada saat itu.
  5. ↑ Emmanuel Le Roy Ladurie, The Ancien Regime: A History of France 1610 - 1774 (1999)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan