Sabtu, 10 Oktober 2026
20:40 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober

Revolusi Fisik

Bagikan:

Revolusi Fisik merupakan salah satu masa yang sangat penting dan menentukan dalam sejarah Indonesia. Bukan hanya sekadar kepingan puzzle penting dalam sejarah Indonesia, tetapi revolusi menjadi suatu komposisi heroik dalam persepsi bangsa Indonesia itu sendiri. Revolusi Fisik terjadi pada masa Kekosongan kekuasaan (Vacuum of power) sampai adanya upaya penjajahan kembali yang dilakukan oleh bangsa Kolonial pada tahun 1945-1949. Bangsa Kolonial ini merajuk pada negara Inggris, Belanda, beserta kroninya. Perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dalam Revolusi Fisik ini merupakan bentuk perlawanan yang sistematis yang didukung oleh seluruh lapisan masyarakat bangsa dan negara. Perlawanan tersebut didasarkan pada sikap nasionalisme maupun spirit keagamaan.[1][2]

Oleh karena itu, revolusi diartikan sebagai bentuk rekstrukturisasi fundamental dari sistem politik dengan kekerasan pada waktu yang relatif singkat.[3][1][2]

Revolusi Fisik sering diartikan sebagai bagian dari Revolusi sosial atau secara umum merupakan bagian dari Revolusi Nasional Indonesia[2][1]

Pranala

Referensi

  1. 1 2 3 Kurniawan, Redwan (2023). "PERANAN KH MA'RUF MANGUNWIYOTO PADA MASA REVOLUSI FISIK DI SURAKARTA (1945-1949)". DIAKRONIK: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sejarah (dalam bahasa Inggris). 17 (1): 49–52. ISSN 1693-0207.
  2. 1 2 3 Kurniawan, Redwan (2023). "DARI ULAMA HINGGA PEJUANG: PERANAN KH MA'RUF MANGUNWIYOTO PADA MASA REVOLUSI FISIK DI SURAKARTA (1945-1949)".{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  3. ↑ Reid, Antony (1996). Revolusi Nasional Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. hlm. 5. ISBN 9789794163689.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan