Sabtu, 26 September 2026
11:32 WIB
TERKINI
Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat
Revolusi Copernicus

Revolusi Copernicus

500px-Apparent_retrograde_motion.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gerak Matahari (kuning), Bumi (biru), dan Mars (merah). Di bagian kiri, gerak heliosentris menurut Copernicus. Di bagian kanan, gerak geosentris tradisional.

Revolusi Copernicus adalah perubahan paradigma dari anggapan bahwa Bumi merupakan pusat alam semesta menjadi model heliosentris yang menyatakan bahwa Matahari adalah pusat Tata Surya. Pada 1593, Revolusi Copernicus dimulai.[1] Revolusi tersebut terdiri dari dua fase; yang pertama lebih kepada matematika dan fase kedua bermula pada 1610 dengan publikasi sebuah pamflet oleh Galileo.[2] Bermula dengan penerbitan De revolutionibus orbium coelestium karya Nicolaus Copernicus, kontribusi-kontribusi terhadap “revolusi” tersebut berlanjut sampai akhirnya berakhir dengan karya Isaac Newton pada seabad berikutnya.

Catatan

Referensi

  1. ↑ author., Crowe, Michael J. (2013). Theories of the World from Antiquity to the Copernican Revolution. Dover Publications. ISBN 978-0-486-31559-1. OCLC 968104749.{{cite book}}: |last= memiliki nama generikPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. ↑ Gillies, Donald (2019-04-10), Why did the Copernican revolution take place in Europe rather than China?, diakses tanggal 2019-12-03

Karya kutipan

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan