Kamis, 29 Oktober 2026
00:59 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Revolusi Fisik

Bagikan:

Revolusi Fisik merupakan salah satu masa yang sangat penting dan menentukan dalam sejarah Indonesia. Bukan hanya sekadar kepingan puzzle penting dalam sejarah Indonesia, tetapi revolusi menjadi suatu komposisi heroik dalam persepsi bangsa Indonesia itu sendiri. Revolusi Fisik terjadi pada masa Kekosongan kekuasaan (Vacuum of power) sampai adanya upaya penjajahan kembali yang dilakukan oleh bangsa Kolonial pada tahun 1945-1949. Bangsa Kolonial ini merajuk pada negara Inggris, Belanda, beserta kroninya. Perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dalam Revolusi Fisik ini merupakan bentuk perlawanan yang sistematis yang didukung oleh seluruh lapisan masyarakat bangsa dan negara. Perlawanan tersebut didasarkan pada sikap nasionalisme maupun spirit keagamaan.[1][2]

Oleh karena itu, revolusi diartikan sebagai bentuk rekstrukturisasi fundamental dari sistem politik dengan kekerasan pada waktu yang relatif singkat.[3][1][2]

Revolusi Fisik sering diartikan sebagai bagian dari Revolusi sosial atau secara umum merupakan bagian dari Revolusi Nasional Indonesia[2][1]

Pranala

Referensi

  1. 1 2 3 Kurniawan, Redwan (2023). "PERANAN KH MA'RUF MANGUNWIYOTO PADA MASA REVOLUSI FISIK DI SURAKARTA (1945-1949)". DIAKRONIK: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sejarah (dalam bahasa Inggris). 17 (1): 49–52. ISSN 1693-0207.
  2. 1 2 3 Kurniawan, Redwan (2023). "DARI ULAMA HINGGA PEJUANG: PERANAN KH MA'RUF MANGUNWIYOTO PADA MASA REVOLUSI FISIK DI SURAKARTA (1945-1949)".{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  3. ↑ Reid, Antony (1996). Revolusi Nasional Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. hlm. 5. ISBN 9789794163689.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan