Selasa, 22 September 2026
14:13 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara

Konsonan gelung

jenis artikulasi konsonan dengan ujung lidah dilekuk ke lelangit mulut

Daerah artikulasi

Konsonan gelung, gelungan, tarik-belakang atau retrofleks dalam ilmu fonetika adalah suara yang digunakan di dalam beberapa bahasa. Pengucapannya ialah dengan menaruh ujung lidah di belakang rongga gigi, dan mungkin ditarik sampai menyentuh langit-langit. Dengan kata lain konsonan ini diucapkan dari daerah pascarongga-gigi sampai langit-langit.

Konsonan yang biasa disebut Konsonan pascarongga-gigi, atau tepatnya "rongga gigi-langit langit" juga diucapkan di daerah pasca rongga gigi, tetapi konsonan tersebut mepunyai artikulasi kedua yaitu pelangit-langitan (palatalisasi). Konsonan yang biasa disebut Konsonan langit-langit, juga diucapkan di daerah langit langit, tetapi pengucapan konsonan ini menggunakan belakang lidah, alih-alih menggunakan bagian depan dari lidah.

Jadi, konsonan tarik belakang adalah konsonan lidah depan yang diucapkan di belakang rongga gigi dan tidak mempunyai artikulai kedua atau pelangit-langitan.

Konsonan tarik belakang, seperti konsonan lidah depan lainnya, bisa melibatkan beberapa pembentukan lidah, lidah bisa di datarkan dalam mengucapkannya seperti cz, sz, ż (rz), dż dalam Bahasa Polandia atau ch, zh, sh, r dalam Bahasa Mandarin. Konsonan seperti ini disebut Konsonan sisi-lidah tarik belakang. Cara pengucapan yang kedua ialah hanya menggunakan ujung lidah seperti di dalam Bahasa Jawa. Konsonan seperti ini disebut Konsonan ujung-lidah tarik belakang. Yang terakhir, lidah dapat di gulung kebelakang sehingga bagian bawahnya menyentuh daerah rongga gigi atau pralangit-langit. Konsonan seperti ini disebut Konsonan ujung-lidah bawah tarik belakang.

Konsonan tarik dapat ditemukan di dalam Bahasa Indo-Arya, Bahasa Dravida, Bahasa Mandarin, Bahasa Jawa, Bahasa Vietnam, Bahasa Swedia, Bahasa Norwegia, dan di beberapa bahasa di Italia Selatan dan Sardinia.

Ada beberapa konsonan tarik belakang yang belum dikenali oleh IPA. Seperti contohnya Bahasa Iwaidja, sebuah Bahasa Aborigin Australia mempunyai konsonan kepak sisi tarik belakang [ɺ̢], konsonan ketuk tarik belakang [ɽ] dan konsonan hampiran sisi tarik belakang [ɭ]. Bahasa Toda, sebuah Bahasa Dravidia mempunyai konsonan desis sisi bawah lidah tarik belakang [ɬ̢] dan konsonan tarik-belakang [ɽ͡r]. Karena keteraturan dari lambang IPA untuk konsonan tarik belakang, orang-orang biasanya menggunakan penyunting fontipa untuk membuat lambang yang senonoh untuk suara tersebut (di dalam senarai ini, mereka di tuliskan dengan diakritik). Bahasa Ngada di Flores dilaporkan mempunyai Konsonan letup-balik tarik-belakang [ᶑ ], (namun dalam kasus ini lambang yang diharapkan ditunjang oleh UNICODE.

Konsonan tarik belakang yang dikenali oleh Alfabet Fonetis International adalah:

IPA Penjelasan    Contoh
Bahasa     Penulisan   IPA                      Arti      
Xsampa-n%27.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled Konsonan sengau tarik belakang Bahasa Swedia Vänern [vɛː.neɳ] Vänern
Xsampa-t%27.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled Konsonan letup tarik belakang tak bersuara Bahasa Jawa thukul [ʈukul] tumbuh
Xsampa-d%27.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled Konsonan letup tarik belakang bersuara Bahasa Jawa Dhadha [ɖaɖa] dada
Xsampa-s%27.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled Konsonan desis tarik belakang tak bersuara Bahasa Mandarin 上海 (Shànghǎi) [ʂɑ̂ŋ.xàɪ] Shanghai
Xsampa-z%27.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled Konsonan desis tarik belakang bersuara Bahasa Rusia
Bahasa Polandia
жаба
żaba
[ʐaˑba] bangkong
Xsampa-rslash%27.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled Konsonan hampiran tarik belakang Bahasa Tamil தமிழ் (Tamil) [t̪ɐmɨɻ] Tamil
Xsampa-l%27.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled Konsonan hampiran sisi tarik belakang Bahasa Swedia Karlstad [kʰɑːɭ.sta] Karlstad
Xsampa-r%27.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled Konsonan kepak tarik belakang Bahasa Hausa shaara [ʃáːɽa] menyapu
ɺ̢ Konsonan kepakan sisi tarik belakang Bahasa Pashto وکړي? [kɺ̢o] Melakukan

Note: Di dalam Alfabet Fonetis Internasional, lambang untuk konsonan tarik belakang biasanya sama dengan Konsonan rongga gigi namun ditambahkan dengan kait yang mengarah ke kanan di bagian bawah lambang. Beberapa ahli bahasa membatasi penggunaan lambang ini ke pada konsonan tarik belakang "sejati" dengan pengucapan menggunakan ujung bawah ludah. Dan menggunakan lambang untuk konsonan runga gigi dengan diakritik titik bawah IPA yang sudah tidak dipakai lagi: [t˞,d˞,n˞,s˞,z˞,l˞,ɾ˞,ɹ˞]. Konsonan tarik belakang sisi lidah seperti pada Bahasa Polandia dan Rusia sering kali direkam dengan diakritik penarikan [s̱], atau digunakan lambang untuk konsonan pasca rongga gigi [ʃ] (Ini secara teknis tidak benar).

Lihat pula

Pustaka

  • Peter Ladefoged dan Ian Maddieson, The Sounds of the World's Languages. Blackwell Publishers, 1996. ISBN 0-631-19815-6
IPA: Konsonan tekanan paru-paru
Daerah Bibir Lidah tengah akar lidah Laring
Cara Dwibibir Bibir
gigi
Lidah ­bibir Gigi Rongga­gigi Pasca­ronggi Tarik­ bel. Ronggi­lidah Lelangit Lelangit­lunak Tekak Katup
nafas
hulu
ker.
Celah suara
Sengau m ɱ n ɳ̊ ɳ ɲ̊ ɲ ŋ̊ ŋ ɴ
Letup p b t d ʈ ɖ c ɟ k ɡ q ɢ ʡ ʔ
Gesek desis ts dz t̠ʃ d̠ʒ ʈʂ ɖʐ
Gesek tak desis p̪f b̪v t̪θ d̪ð tɹ̝̊ dɹ̝ t̠ɹ̠̊˔ d̠ɹ̠˔ ɟʝ kx ɡɣ ɢʁ ʡʢ ʔh
Geseran desis s z ʃ ʒ ʂ ʐ ɕ ʑ
Geseran tak desis ɸ β f v θ̼ ð̼ θ ð θ̠ ð̠ ɹ̠̊˔ ɹ̠˔ ɻ˔ ç ʝ x ɣ χ ʁ ʜ ʢ ħ ʕ h ɦ
Hampiran ʋ ɹ ɻ j ɰ ʔ̞
Kepakan ⱱ̟ ɾ̼ ɾ̥ ɾ ɽ̊ ɽ ɢ̆ ʡ̆
Getar ʙ̥ ʙ r ɽ̊r̥ ɽr ʀ̥ ʀ ʜ ʢ
Konsonan gesek sisi ʈɭ̊˔ ɖɭ˔ cʎ̝̊ ɟʎ̝ kʟ̝̊ ɡʟ̝
Geseran sisi ɬ ɮ ɭ̊˔ ɭ˔ ʎ̝̊ ʎ̝ ʟ̝̊ ʟ̝
Hampiran sisi l ɭ ʎ ʟ ʟ̠
Kepakan sisi ɺ̥ ɺ ɭ̥̆ ɭ̆ ʎ̆ ʟ̆

Dalam satu sel tabel, simbol-simbol di sebelah kanan adalah bersuara, di sebelah kiri adalah tidak bersuara atau nirsuara. Petak-petak yang digelapkan menandakan penyebutan yang dianggap mustahil.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan