Selasa, 27 Oktober 2026
12:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Respirasi kutan

Respirasi kutan

Bagikan:
250px-Telmatobius_culeus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lipatan-lipatan pada kulit Telmatobius culeus meningkatkan area permukaan tempat respirasi kutan terjadi.

Respirasi kutan atau pertukaran gas kutan (terkadang dikenal sebagai pernapasan kulit),[1] adalah sebuah wujud respirasi di mana pertukaran gas terjadi di sekujur kulit atau integumen luar suatu organisme, alih-alih terjadi di insang atau paru-paru. Respirasi kutan dapat menjadi satu-satunya metode pertukaran gas pada suatu organisme, atau berperan sebagai pendamping wujud respirasi lainnnya, seperti ventilasi. Metode respirasi ini ditemukan pada berbagai jenis organisme, termasuk serangga, amfibi (seperti pada hellbender[2]), ikan, ular laut, kura-kura, dan pada beberapa jenis mamalia.

Referensi

  1. ↑ Tattersall, Glenn J. (2007), Aird, William C. (ed.), "Skin Breathing in Amphibians", Endothelial Biomedicine, Cambridge: Cambridge University Press, hlm. 85–91, ISBN 978-0-521-85376-7, diakses tanggal 2021-03-16{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Parameter work dengan ISBN (link)
  2. ↑ Feder, Martin E.; Burggren, Warren W. (1985). "Cutaneous gas exchange in vertebrates: design, patterns, control and implications" (PDF). Biological Reviews. 60 (1): 1–45. doi:10.1111/j.1469-185X.1985.tb00416.x. PMID 3919777.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan