Selasa, 03 November 2026
16:05 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Republik Sosialis Soviet

bentuk pemerintahan semasa Uni Soviet

Bagikan:

Republik Sosialis Soviet merupakan bentuk pemerintahan bagi setiap negara bagian (kecuali di RSFS Rusia) di Uni Soviet. Yang dalam konstitusi Uni Soviet dilindungi oleh serikat tersebut[1] Setelah kematian Lenin kekuasaan disentralasikan (dipusatkan) di RSFS Rusia dan dipegang oleh Joseph Stalin maka kebanyakan pemerintah setiap Republik Sosialis Soviet atau Republik Sosialis Federasi Soviet berada langsung di bawah kekuasaan Uni Soviet dan para pemimpinnya hanyalah anggota majelis saja.

Terdapat pula Republik Sosialis Soviet Otonom yang pemerintahannya dipimpin secara otonom oleh kepala pemerintahannya sendiri.[2] Tipe pemerintahan ini biasanya berada di RSFS Rusia.

Setelah kekuasaan Uni Soviet mulai melemah banyak Republik Sosialis Soviet mulai mendekalarasikan kemerdekaan masing masing dan puncaknya saat 1991 saat Uni Soviet runtuh. Setelah keruntuhan Uni Soviet negara-negara mantan anggota Uni Soviet membentuk Commonwealth of Independent States atau Persemakmuran Negara-Negara Merdeka untuk melindungi kemerdekaan masing-masing.[3]

Referensi

  1. ↑ Federalism and the Dictatorship of Power in Russia By Mikhail Stoliarov. Taylor & Francis. 2014. hlm. 56. ISBN 0-415-30153-X. Diakses tanggal 2014-02-18.
  2. ↑ "Pengertian Otonomi Daerah berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-09-17. Diakses tanggal 31 Agustus 2018.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan)
  3. ↑ "Tentang CIS". Diakses tanggal 31 Agustus 2018.

Lihat pula


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan