Rabu, 30 September 2026
18:52 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh

Reproduksi manusia

Bagikan:

Reproduksi seksual manusia, yang bertujuan menghasilkan keturunan, dimulai dengan proses pembuahan. Secara umum keberhasilan reproduksi terjadi melalui hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan yang sehat, telah mencapai kematangan seksual, serta subur.[1] Selama hubungan seksual, sel-sel sperma dikeluarkan ke dalam vagina melalui penis, sehingga memungkinkan pembuahan ovum dan membentuk sebuah zigot.[1]

Sementara itu, sel-sel tubuh normal mengandung 46 kromosom (23 pasang), sedangkan sel-sel gamet hanya memiliki separuh jumlah tersebut. Ketika kedua jenis sel ini bergabung menjadi satu sel zigot, terjadilah proses rekombinasi genetik.[butuh rujukan] Zigot kemudian mengalami tahapan perkembangan yang teratur, dikenal sebagai embriogenesis manusia, yang menandai awal dari masa kehamilan selama 38 minggu[a] bagi embrio (dan kelak janin), sebelum akhirnya berujung pada kelahiran.

Berbagai bentuk teknologi reproduksi berbantu juga tersedia, seperti IVF, yang menggunakan metode pembuahan alternatif tanpa melibatkan hubungan seksual secara langsung. Dalam prosedur semacam ini, pembuahan ovum dapat dilakukan melalui teknik inseminasi buatan.[2]

Catatan

  1. ↑ Perhitungan ini dimulai sejak terjadinya ovulasi.

Referensi

  1. 1 2 Jones, Richard E. (1991). "The Male Reproductive System". Human Reproductive Biology. Elsevier. hlm. 72–93. doi:10.1016/b978-0-12-389770-1.50008-1. ISBN 978-0-12-389770-1.
  2. ↑ Ombelet, W.; Van Robays, J. (2015). "Artificial insemination history: hurdles and milestones". Facts, Views & Vision in ObGyn. 7 (2): 137–143. PMC 4498171. PMID 26175891.

Bacaan lanjutan

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan