Minggu, 25 Oktober 2026
04:02 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Rehman Dakait

Gangster Pakistan

Bagikan:
Rehman Dakait
Lahir
Abdul Rehman Baloch[1]

1980
Lyari, Karachi, Pakistan
Meninggal9 Agustus 2009 (umur 28-29)
Penyebab kematian
Pembunuhan dalam baku tembak
Nama lainKhan Bhai
Khan Saheb
Sardar
OrganisasiPeoples' Aman Committee
Dikenal karena
PenerusUzair Baloch
LawanArshad Pappu
KerabatUzair Baloch (sepupu)
Jumlah hadiah
PKR 5 juta

Abdul Rehman Baloch (Urdu: عبدالرحمن بلوچ, 1980 – 9 Agustus 2009), yang lebih dikenal dengan nama alias Rehman Dakait (Urdu: رحمان ڈکیت), adalah seorang gangster asal Pakistan yang beroperasi di kawasan Lyari, Karachi. Ia mendirikan Peoples' Aman Committee , sebuah organisasi yang berafiliasi dengan Pakistan People's Party. Pemerintah Sindh menetapkan hadiah sebesar ₨ 5 juta juta bagi siapa pun yang dapat menangkapnya. Rehman dituduh terlibat dalam lebih dari seratus tindak kriminal. Ia menjadi buronan atas sejumlah kejahatan serius, termasuk perampokan bersenjata, pembunuhan dan percobaan pembunuhan, perdagangan narkotika, penculikan untuk meminta tebusan, serta penyelundupan senjata ilegal.[2][3]

Referensi

  1. ↑ "Kingdom of fear". The Express Tribune (dalam bahasa Inggris). 18 Juli 2010. Diakses tanggal 25 Mei 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "سردار، ڈکیت یا سیاستدان" [Chieftain, dacoit or politician]. BBC Urdu (dalam bahasa Urdu). 2009-08-10. Diakses tanggal 2025-12-18.
  3. ↑ "Dhurandhar: Real-life Uzair Baloch inherited Rehman Dakait's gang after his encounter; played football with gangster Arshad Pappu's severed head". The Indian Express (dalam bahasa Inggris). 19 Desember 2025. Diakses tanggal 19 Desember 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Flag of PakistanBiography icon

Artikel bertopik biografi Pakistan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan