Minggu, 01 November 2026
11:51 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Reformasi administrasi

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Maret 2023)

Reformasi administrasi (dalam bahasa Inggris: administrative reform) adalah sebuah perubahan terstruktur mengenai suatu sistem administrasi dalam usaha membawa perubahan besar-besaran dalam sistem birokrasi sehingga menjadi lebih efektif.[1] Caiden (1969) adalah ilmuwan pertama yang mengembangkan konsep reformasi administrasi menjadi satu konsep komprehensif, yaitu: “The artificial inducement of administrative transformation against resistance.” Ndue (2005) menjelaskan reformasi administrasi terjadi melalui dua kondisi, yaitu adanya: 1. konflik nilai-nilai yang terjadi antara birokrasi, pegawai publik dan nilainilai yang berkembang di publik; dan 2. kesadaran dari para politikus dan masyarakat umum bahwa struktur birokrasi yang ada tidak mampu atau gagal mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.[2]

Pengertian

Berikut beberapa pengertian reformasi administrasi menurut para ahli:[3]

  • Menurut Lee dan Samonte (Nasucha, 2004), reformasi administrasi adalah suatu perubahan atau inovasi yang dibuat dan dilaksanakan segera untuk membuat sistem administrasi saat ini menjadi agen yang lebih efektif untuk perubahan sosial dan alat yang dapat lebih menjelaskan keberadaan politik, tumpang tindih sosial, dan ekonomi.
  • Menurut Khan (Guzman, 1992), reformasi administrasi adalah perubahan besar dalam sistem politik negara yang dimaksudkan untuk mengubah praktik, institusi, dan struktur yang ada.

Tujuan

Reformasi administrasi secara umum memiliki beberapa tujuan utama yaitu memperbaiki keteraturan, metode, dan kinerja. Tujuan utama reformasi administrasi adalah memperbaiki keteraturan. Oleh karena itu, reformasi administrasi memperkuat disiplin, memperbaiki sistem organisasi, dan meningkatkan produktivitas organisasi.[4]

Ruang lingkup

Studi kebijakkan publik

Institusi yang dimiliki dan dioperasikan oleh pemerintah dikenal sebagai institusi pemerintah. Kebijakkan publik secara keseluruhan menyadari permasalahan yang dihadapi masyarakat umum saat ini. Dengan struktur organisasi Pemerintah yang berdasarkan prinsip birokrasi,birokrasi akan berperan penting dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem untuk melakukan tindakan tersebut di atas, yang disebut sebagai administrasi.[5]

Perilaku organisasi publik

Manusia yang merupakan bagian dari organisasi mana pun adalah penghuni pertama. Karena perilaku manusia menjadi lebih kompleks, organisasi menjadi lebih kompleks, dan aktivitas sehari-hari mereka menjadi lebih intens. Hakikatnya perilaku organisasi dikembangkan dengan pusat perhatiannya pada tingkah laku manusia dalam suatu organisasi. perilaku organisasi itu sendiri.[5]

Strategi

Strategi reformasi administrasi dapat dibagi menjadi lima jenis yaitu strategi inti, strategi konsekuensi, strategi pelanggan, pengendalian strategi dan strategi budaya.[6]

Faktor penghambat

Faktor-faktor yang menghambat perubahan administratif antara lain:[7]

  1. Kurangnya partisipasi para pejabat tinggi seperti Presiden, Perdana Menteri, dan sejenisnya dalam memberikan dukungan serta pengaruh terhadap politik;
  2. Pengimplementasian kebijakan-kebijakkan dari luar sangat mudah di lakukan;
  3. Adanya sasaran yang tidak realistis;
  4. Kurangnya tanggapan terhadap reaksi-reaksi yang di berikan oleh kelompok penentang;
  5. Tidak adanya pendekatan yang menyakinkan terhadap kelompok penekan;
  6. Adanya kesalahan perencanaan dalam implementasi;
  7. Kurangnga pengelolaan sumber daya dengan baik;
  8. Tidak ada nya mekanisme pemberian umpan balik atau feedback
  9. Kurangnya sistem evaluasi mengenai kebijakkan yang telah di lakukan.

Referensi

  1. ↑ "REFORMASI ADMINISTRASI HARUS BERKELANJUTAN DAN MEMILIKI TUJUAN YANG JELAS | Universitas Negeri Yogyakarta". www.uny.ac.id. Diakses tanggal 2023-02-25.
  2. ↑ Rusli, Budiman; Amin, Fadillah (2020). Teori Reformasi Administrasi (PDF). Tangerang Selatan: Universitas Terbuka. ISBN 9786023929061.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Nugraha, Nunu. "Reformasi Administrasi definisi dan tujuan".{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  4. ↑ Sinopsis Reformasi Administrasi : Konsep, Dimensi, dan Strategi.
  5. 1 2 Hidayat ,, H.Asep; Trisakti, H.Fajar; Suparman, Nanang (2017). Reformasi Administrasi.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  6. ↑ Puspitasari, Indah Mindarti, Dian, Lely, Sumartono (2020). "Reformasi Administrasi Pelayanan Publik Pada Kantor Layanan Terpadu" (PDF). Jurnal Administrasi Publik. 2 (2): 338–343.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  7. ↑ Rusli, H. Budirman (2020). Komsep dan Latar Belakang Reformasi Administrasi. H. Budirman Rusli.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan