Jumat, 02 Oktober 2026
20:25 WIB
TERKINI
Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

Referendum Quebec 1995

Bagikan:

Referendum Quebec 1995 adalah referendum kedua untuk memutuskan nasib Quebec sebagai provinsi Kanada atau memisahkan diri untuk menjadi sebuah negara merdeka. Pertanyaan ditulis dalam bahasa Prancis dan bahasa Inggris. Kertas suara di komunitas penduduk asli ditulis dalam tiga bahasa dengan tambahan bahasa setempat. Referendum berisi pertanyaan, "Apakah Anda setuju kalau Québec menjadi berdaulat setelah membuat penawaran formal ke Kanada untuk kerja sama politik dan ekonomi yang baru di dalam ruang lingkup rancangan undang-undang yang menghormati masa depan Québec dan perjanjian yang ditandatangani 12 Juni 1995?"

Teks yang dimaksudkan sebagai "perjanjian yang ditandatangani 12 Juni 1995" (Perjanjian Tripartit tentang Kedaulatan)[1] dikirimkan ke setiap rumah penduduk di Quebec, berminggu-minggu sebelum hari pemungutan suara. Teks perjanjian itu ditandatangani oleh Jacques Parizeau, Lucien Bouchard, dan Mario Dumont, pemimpin Action Démocratique du Québec (ADQ).

Referendum tahun 1995 berbeda dari referendum pertama penentuan nasib Quebec yang diadakan tahun 1980. Referendum tahun 1980 mengusulkan negosiasi "asosiasi- kedaulatan" dengan Pemerintah Kanada, sementara referendum tahun 1995 mengusulkan "kedaulatan", berikut kerja sama opsional dengan Kanada.

Pemungutan suara berlangsung di Quebec pada 30 Oktober 1995. Mosi pemisahan Quebec dari Kanada dikalahkan oleh perolehan suara 50,58% Tidak dan 49,42% Ya.

Bacaan selanjutnya

  • Robin Philpot (2005). Le Référendum volé. Montreal: Les éditions des intouchables. ISBN 2-89549-189-5.

Referensi

  1. ↑ "The Parti Québécois Government's Sovereignty Plan/Text of the Tripartite Agreement of June 12, 1995". Diakses tanggal 2008-11-17.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik politik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan