Minggu, 18 Oktober 2026
07:21 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Reduksi Yesuit

Reduksi Yesuit

Bagikan:
500px-Ruinas-saomiguel13.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Reduksi Yesuit São Miguel das Missões, di Brasil
500px-Kerk_Conception_Exterieur.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gereja tua yang masih terawat baik di Concepción (Santa Cruz), di Bolivia yang berbentuk adobe dan dipenuhi dengan dekorasi.

Reduksi Yesuit adalah suatu bentuk kawasan tempat tinggal bagi para penduduk asli di Amerika Latin yang diciptakan oleh Ordo Yesuit pada abad ke 17 dan 18. Secara umum, strategi Imperium Spanyol adaah untuk mengumpulkan populasi penduduk asli ke kawasan-kawasan penampungan yang disebut Reduksi Indian (reducciones de indios), untuk menjadikan mereka umat Kristen, memungut pajak dan mengatur mereka dengan lebih efisien. Interpretasi Yesuit dari strategi ini khususnya dilaksanakan di sebuah area yang saat ini adalah Paraguay di antara kaum Indian Tupi dan Guarani. Selanjutnya reduksi ini diperluas ke kawasan yang saat ini menjadi bagian dari negara-negara Argentina, Brasil, dan Bolivia.

Reduksi Yesuit berbeda dari reduksi-reduksi di wilayah lain karena para penduduk asli (Indian) diarahkan untuk menjadi umat Kristen tetapi tidak harus menerima kebudayaan Eropa.[1] Di bawah kepemimpinan kaum Yesuit dan kepala suku kaum Indian (caciques), reduksi ini memperoleh otonomi yang besar di dalam Imperium Spanyol. Dengan menggunakan tenaga kerja Indian, reduksi-reduksi ini menjadi sukses secara ekonomi. Ketika keberadaan mereka terancam dengan serangan para pedagang budak Portugis di Brazil (Bandeirante), milisi Indian diciptakan yang bertempur dengan sangat efektif melawan kaum penjajah tersebut.[1] Perlawanan reduksi-reduksi Yesuit terhadap penculikan untuk perbudakan ini, termasuk juga besarnya otonomi dan kesuksesan ekonomi, sering disebut sebagai faktor pendukung dari diusirnya kaum Yesuit dari Benua Amerika pada tahun 1767 oleh imperium dan kerajaan yang berkuasa di benua tersebut.[2] Reduksi-reduksi Yesuit menghadirkan suatu babak penuh kontroversi dalam sejarah penginjilan terhadap Amerika, dan digambarkan dengan beberapa julukan seperti dunia utopia di tengah hutan atau rezim teror teokratis.[1]

Galeri

  • Interior dari sebuah gereja kayu di Concepcion, Santa Cruz, Bolivia
    Interior dari sebuah gereja kayu di Concepcion, Santa Cruz, Bolivia
  • Relief kayu yang di-cat di gereja yang sama
    Relief kayu yang di-cat di gereja yang sama
  • Detail dari fasad adobe di San Javier, Ñuflo de Chávez, Santa Cruz, Bolivia
    Detail dari fasad adobe di San Javier, Ñuflo de Chávez, Santa Cruz, Bolivia
  • Detail altar retable di San Miguel de Velasco, Santa Cruz
    Detail altar retable di San Miguel de Velasco, Santa Cruz

Referensi

Catatan kaki

  1. 1 2 3 Lippy, Charles H, Robert Choquette and Stafford Poole (1992). Christianity comes to the Americas: 1492 - 1776. New York: Paragon House. hlm. 98–100. ISBN 1-55778-234-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. ↑ Ganson (2003)

Bibliografi

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Jesuit reductions.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan