Kamis, 24 September 2026
17:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum

Kenyataan

mencakup, dari yang paling subyektif hingga yang paling ketat: realitas fenomenologis, kebenaran, fakta, dan aksioma.

Kenyataan atau realitas, dalam bahasa sehari-hari berarti "hal yang nyata; yang benar-benar ada".[1]

Pengertian sempit menurut filsafat barat, ada tingkat-tingkat dalam sifat dan konsep tentang realitas. Tingkat-tingkat ini mencakup, dari yang paling subyektif hingga yang paling ketat: realitas fenomenologis, kebenaran, fakta, dan aksioma.

Realitas juga bisa berarti jumlah atau agregat dari semua yang nyata atau ada dalam suatu sistem, berlawanan dengan hal-hal yang hanya imajiner. Istilah ini juga digunakan untuk merujuk pada status ontologis sesuatu, yang menunjukkan keberadaan mereka. Dalam istilah fisik, realitas adalah totalitas dari suatu sistem, yang diketahui dan tidak diketahui.[2] Pertanyaan filosofis tentang hakikat realitas, eksistensi, atau keberadaan merupakan perdebatan utama dalam ontologi, yang merupakan cabang utama metafisika dalam tradisi filosofis Barat. Pertanyaan ontologis juga ditampilkan dalam beragam cabang filsafat, termasuk filsafat sains, filsafat agama, filsafat matematika, dan logika filosofis. Ini mencakup berbagai pertanyaan, misalnya tentang apakah hanya objek fisik yang nyata (fisikalisme), apakah realitas pada dasarnya tidak material (misalnya, Idealisme), apakah entitas hipotetis yang tidak dapat diobservasi dalam teori ilmiah benar-benar ada, apakah Tuhan ada, apakah angka dan objek abstrak lainnya ada, dan apakah dunia benar-benar ada.

Realitas fenomenologis

Pada tingkat yang lebih luas dan subyektif, pengalaman pribadi, rasa ingin tahu, pencarian, dan selektivitas terlibat dalam penafsiran pribadi tentang suatu kejadian yang akan membentuk realitas sebagaimana yang dilihat oleh satu pandangan sehingga dapat disebut fenomenologis. Bentuk realitas ini mungkin umum bagi orang lain juga, pada kadang-kadang juga bisa menjadi sangat unik bagi diri sendiri sehingga tidak pernah dialami atau disetujui oleh orang lain. Banyak dari pengalaman yang dianggap spiritual seperti ini terjadi pada realitas tingkat ini. Dari perspektif fenomenologis, realitas adalah sesuatu yang secara fenomenal nyata sementara non-realitas dianggap tidak ada. Persepsi individual dapat didasarkan pada kepribadian seorang individu, fokus, dan gaya atribusinya, sehingga membuat pribadi memandang kebenaran sebagai sesuatu yang telah dilihatnya.

Lihat pula

Referensi

  1. Kamus Besar Bahasa Indonesia Online, 2008
  2. Saridakis E. (2016). "Information, reality, and modern physics". International Studies in the Philosophy of Science. 30 (4): 327–341. doi:10.1080/02698595.2017.1331980. S2CID 126411165.

Templat:Philosophy topics

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan