Senin, 05 Oktober 2026
03:49 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Realisme sosial

Realisme sosial

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Realisme sosialis.
250px-Grant_Wood_-_American_Gothic_-_Google_Art_Project.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mahakarya Grant Wood yang diberi nama American Gothic, telah menjadi ikon realisme sosial yang dikenal luas (dan sering diparodikan).

Realisme sosial adalah istilah yang digunakan untuk karya yang dihasilkan oleh pelukis, pembuat grafis, fotografer, penulis, dan pembuat film yang bertujuan untuk menarik perhatian terhadap kondisi sosial politik dari kelas pekerja agar menjadi sarana mengkritisi struktur kekuasaan di balik kondisi tersebut. Meskipun karakteristik gerakan ini berbeda-beda di setiap negara, tetapi bisa dipastikan selalu menggunakan bentuk realisme deskriptif atau kritis.[1]

Istilah ini kadang-kadang lebih sempit digunakan untuk gerakan seni yang berkembang antara dua Perang Dunia sebagai reaksi terhadap kesulitan dan masalah yang diderita oleh orang-orang biasa setelah Depresi Besar. Untuk membuat karya seni mereka lebih mudah diakses oleh khalayak yang lebih luas, seniman beralih ke penggambaran realis pekerja anonim serta selebritas sebagai simbol kekuatan heroik dalam menghadapi kesulitan. Tujuan para seniman dalam melakukannya adalah politis karena mereka ingin mengungkap kondisi yang memburuk dari kelas pekerja dan miskin dan meminta pertanggungjawaban sistem pemerintahan dan sosial yang ada.[2]

Realisme sosial jangan disamakan dengan realisme sosialis, bentuk seni resmi Soviet yang dilembagakan oleh Joseph Stalin pada tahun 1934 dan kemudian diadopsi oleh sekutu partai-partai Komunis di seluruh dunia. Keduanya juga berbeda dengan realisme biasa karena tidak hanya menampilkan kondisi orang miskin, tetapi juga dengan menyampaikan ketegangan antara dua kekuatan yang berlawanan, seperti antara petani dan tuan feodalnya.[1] Namun, terkadang istilah realisme sosial dan realisme sosialis digunakan secara bergantian.[3]

Referensi

  1. 1 2 James G. Todd Jr, Social realism in: Grove Art Online
  2. ↑ Social Realism defined at the MOMA
  3. ↑ Max Rieser, The Aesthetic Theory of Social Realism, in: The Journal of Aesthetics and Art Criticism, Vol. 16, No. 2 (December 1957), pp. 237-248
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan