Senin, 26 Oktober 2026
16:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Realisme sosial

Realisme sosial

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Realisme sosialis.
250px-Grant_Wood_-_American_Gothic_-_Google_Art_Project.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mahakarya Grant Wood yang diberi nama American Gothic, telah menjadi ikon realisme sosial yang dikenal luas (dan sering diparodikan).

Realisme sosial adalah istilah yang digunakan untuk karya yang dihasilkan oleh pelukis, pembuat grafis, fotografer, penulis, dan pembuat film yang bertujuan untuk menarik perhatian terhadap kondisi sosial politik dari kelas pekerja agar menjadi sarana mengkritisi struktur kekuasaan di balik kondisi tersebut. Meskipun karakteristik gerakan ini berbeda-beda di setiap negara, tetapi bisa dipastikan selalu menggunakan bentuk realisme deskriptif atau kritis.[1]

Istilah ini kadang-kadang lebih sempit digunakan untuk gerakan seni yang berkembang antara dua Perang Dunia sebagai reaksi terhadap kesulitan dan masalah yang diderita oleh orang-orang biasa setelah Depresi Besar. Untuk membuat karya seni mereka lebih mudah diakses oleh khalayak yang lebih luas, seniman beralih ke penggambaran realis pekerja anonim serta selebritas sebagai simbol kekuatan heroik dalam menghadapi kesulitan. Tujuan para seniman dalam melakukannya adalah politis karena mereka ingin mengungkap kondisi yang memburuk dari kelas pekerja dan miskin dan meminta pertanggungjawaban sistem pemerintahan dan sosial yang ada.[2]

Realisme sosial jangan disamakan dengan realisme sosialis, bentuk seni resmi Soviet yang dilembagakan oleh Joseph Stalin pada tahun 1934 dan kemudian diadopsi oleh sekutu partai-partai Komunis di seluruh dunia. Keduanya juga berbeda dengan realisme biasa karena tidak hanya menampilkan kondisi orang miskin, tetapi juga dengan menyampaikan ketegangan antara dua kekuatan yang berlawanan, seperti antara petani dan tuan feodalnya.[1] Namun, terkadang istilah realisme sosial dan realisme sosialis digunakan secara bergantian.[3]

Referensi

  1. 1 2 James G. Todd Jr, Social realism in: Grove Art Online
  2. ↑ Social Realism defined at the MOMA
  3. ↑ Max Rieser, The Aesthetic Theory of Social Realism, in: The Journal of Aesthetics and Art Criticism, Vol. 16, No. 2 (December 1957), pp. 237-248
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan