Selasa, 27 Oktober 2026
06:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Reaksi Vilsmeier–Haack

reaksi kimia

Bagikan:
Reaksi Vilsmeier–Haack
Dinamai berdasarkan Anton Vilsmeier
Albrecht Haack
Jenis reaksi Reaksi substitusi
Pengenal
Portal Organic Chemistry vilsmeier-reaction
ID ontologi RSC RXNO:0000055

Reaksi Vilsmeier–Haack (juga disebut reaksi Vilsmeier) adalah reaksi kimia antara formamida tersubstitusi (1), fosforus oksiklorida, dan arena kaya elektron (3) yang menghasilkan aril aldehida atau keton (5):

RC(=O)NR′R″ + HArZ + POCl3 + H2O → RC(=O)ArZ + NR′R″H + HCl + H3PO4

Reaksi ini dinamai dari Anton Vilsmeier dan Albrecht Haack [de].[1][2][3]

Sebagai contoh, benzanilida dan dimetilanilina bereaksi dengan fosforus oksiklorida menghasilkan diaril keton tak simetris.[4] Demikian pula, antrasena mengalami formilasi pada posisi ke-9.[5] Reaksi antara antrasena dengan N-metilformanilida, yang juga menggunakan fosforus oksiklorida, menghasilkan 9-antrasenakarboksaldehida:

960px-Vilsmeier_reaction_example2.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
N-Metilformanilida, antrasena, dan fosforus oksiklorida

Secara umum, arena kaya elektron (3) harus memiliki reaktivitas yang jauh lebih tinggi daripada benzena agar reaksi ini dapat berlangsung. Oleh karena itu, fenol dan anilina merupakan substrat yang baik untuk reaksi ini.[6]

Mekanisme reaksi

Reaksi antara suatu amida tersubstitusi dengan fosforus oksiklorida akan menghasilkan ion kloroiminium (2), yang juga dikenal sebagai reagen Vilsmeier. Produk awal reaksi adalah ion iminium (4b), yang kemudian dihidrolisis menjadi keton atau aldehida yang bersesuaian pada tahap penyelesaian reaksi (workup).[7]

960px-Vilsmeier_Haack_Reaction_Scheme.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Reaksi Vilsmeier–Haack

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Vilsmeier, Anton; Haack, Albrecht (1927). "Über die Einwirkung von Halogenphosphor auf Alkyl-formanilide. Eine neue Methode zur Darstellung sekundärer und tertiärer p-Alkylamino-benzaldehyde" [Tentang reaksi halida fosforus dengan alkil formanilida. Suatu metode baru untuk sintesis aldehida p-alkilaminobenzaldehida sekunder dan tersier]. Berichte der Deutschen Chemischen Gesellschaft zu Berlin (dalam bahasa Jerman). 60: 119–122. doi:10.1002/cber.19270600118.
  2. ↑ Meth-Cohn, O.; Stanforth, S. P. (1991). "The Vilsmeier–Haack Reaction (Review)". Compr. Org. Synth. 2: 777–794. doi:10.1016/B978-0-08-052349-1.00049-4.
  3. ↑ (1953)"Formylation of dimethylaniline". Org. Synth.33;Coll. Vol. 4:331. 
  4. ↑ (1927)"Vilsmeyer–Haack reaction of benzanilide and dimethylaniline". Org. Synth.7. 
  5. ↑ (1940)"Formylation of anthracene". Org. Synth.20. 
  6. ↑ Smith, Michael B. (2020). March's Organic Chemistry (Edisi 8). Wiley. hlm. 664.
  7. ↑ Jones, G.; Stanforth, S. P. (2000). "The Vilsmeier Reaction of Non-Aromatic Compounds". Org. React. 56 (2): 355–686. doi:10.1002/0471264180.or056.02.

Bacaan lebih lanjut

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan