Senin, 28 September 2026
20:29 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto

Reaksi Sandmeyer

Reaksi Sandmeyer adalah reaksi kimia yang digunakan untuk mensintesis aril halida dari garam aril diazonium dengan menggunakan garam tembaga sebagai pereaksinya.[1][2][3] Ini adalah contoh reaksi substitusi aromatik nukleofilik radikal. Melalui reaksi Sandmeyer, seseorang dapat melakukan reaksi unik pada benzena, seperti halogenasi, sianasi, trifluorometilasi, dan hidroksilasi.

Reaksi ini ditemukan pada tahun 1884 oleh kimiawan Swiss Traugott Sandmeyer, ketika dia mencoba untuk mensintesis fenilasetilena dari benzenadiazonium klorida dan tembaga(I) asetilida. Namun, produk utama yang dihasilkan adalah fenil klorida.[4] Di zaman modern, reaksi Sandmeyer mengacu pada metode substitusi gugus amino aromatik melalui pembuatan garam diazonium diikuti dengan perpindahannya gugus nukleofil dengan adanya garam tembaga(I). Reaksi Sandmeyer yang paling umum digunakan adalah reaksi klorinasi, brominasi, sianasi, dan hidroksilasi menggunakan CuCl, CuBr, CuCN, dan Cu2O. Baru-baru ini, trifluorometilasi garam diazonium telah dikembangkan dan tergolong sebagai tipe Sandmeyer.

Referensi

  1. ↑ Traugott Sandmeyer (1884). "Ueber die Ersetzung der Amidgruppe durch Chlor in den aromatischen Substanzen". Berichte der deutschen chemischen Gesellschaft. 17 (3): 1633–1635. doi:10.1002/cber.18840170219.
  2. ↑ Traugott Sandmeyer (1884). "Ueber die Ersetzung der Amid-gruppe durch Chlor, Brom und Cyan in den aromatischen Substanzen". Berichte der Deutschen Chemischen Gesellschaft. 17 (4): 2650–2653. doi:10.1002/cber.188401702202.
  3. ↑ Ludwig Gattermann (1890). "Untersuchungen über Diazoverbindungen". Berichte der Deutschen Chemischen Gesellschaft. 23 (1): 1218–1228. doi:10.1002/cber.189002301199.
  4. ↑ Hodgson, Herbert H. (1947-04-01). "The Sandmeyer Reaction". Chemical Reviews. 40 (2): 251–277. doi:10.1021/cr60126a003. ISSN 0009-2665. PMID 20291034.


Ikon rintisan

Artikel bertopik kimia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan