Senin, 21 September 2026
11:27 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Rayuan

Dalam seksualitas, rayuan atau godaan berarti membujuk orang lain untuk melakukan hubungan seksual atau aktivitas seksual lainnya.[1] Strategi rayuan meliputi percakapan dan cerita seksual,[2] fitur paralingual, komunikasi nonverbal, dan strategi perilaku jangka pendek.

Istilah ini dapat berkonotasi negatif,[3] jika dilihat secara negatif, rayuan melibatkan godaan dan bujukan, yang seringkali bersifat seksual, untuk memaksa seseorang melakukan pilihan perilaku yang tidak akan mereka lakukan jika mereka tidak dalam keadaan terangsang secara seksual. Jika dilihat secara positif, rayuan identik dengan tindakan memikat seseorang—pria atau wanita—dengan daya tarik indra, seringkali dengan tujuan mengurangi ketakutan yang tidak berdasar dan mengarah pada "emansipasi seksual". Beberapa pihak dalam perdebatan akademis kontemporer menyatakan bahwa moralitas rayuan bergantung pada dampak jangka panjang pada individu yang terlibat, bukan pada tindakan itu sendiri, dan mungkin tidak selalu membawa konotasi negatif yang diungkapkan dalam definisi kamus.[4]

Referensi

  1. Hatfield, Elaine; Sprecher, Susan (2015). "Seduction". The International Encyclopedia of Human Sexuality. hlm. 1115–1354. doi:10.1002/9781118896877.wbiehs424. ISBN 978-1-4051-9006-0.
  2. Littleton, H. L. & Axsom, D. (2003). "Rape and seduction scripts of university students: Implications for rape attributions and unacknowledged rape". Sex Roles. 49 (9–10): 465–475. doi:10.1023/A:1025824505185. S2CID 146523271.
  3. Glare, P. G. (1982). Oxford Latin dictionary. Clarendon Press. Oxford University Press.
  4. Abbey, A. (1982). "Sex differences in attributions for friendly behavior: Do males misperceive females' friendliness?". Journal of Personality and Social Psychology. 42 (5): 830–838. doi:10.1037/0022-3514.42.5.830.

Bacaan lanjutan

Ikon rintisan

Artikel bertopik seks ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan