Senin, 19 Oktober 2026
17:13 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Raymundus dari Peñafort

Raymundus dari Peñafort

Bagikan:
Santo Raymundus dari Peñafort
250px-Raymon_de_Pe%C3%B1aforte.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Santo Raymund dari Penafort
Lahirsekitar 1175
Vilafranca del Penedès, Catalunia, Kerajaan Aragon
Meninggal6 Januari 1275
Barcelona, Kerajaan Aragon
Dihormati diGereja Katolik Roma
Kanonisasi1601, Roma oleh Paus Klemens VIII
Tempat ziarahKatedral Barcelona
Pesta7 Januari
23 Januari (sebelum pra-1970 Kalender Umum Romawi)

Raymundus dari Peñafort (Raymund atau Raimundus dari Peñafort [baca:pe-nya-fort]; ~1175- 6 Januari 1275) adalah seorang imam dari Ordo Dominikan yang terkenal karena pengabdian dan pembaruan yang ia lakukan.[1] Raymund lahir di Catalunia, dan keluarganya masih berhubungan dengan raja-raja Aragon dan bangsawan di Barcelona.[1] Raymund belajar di Barcelona dan Bologna, di mana ia mengambil bidang hukum kanon.[1] Pada tahun 1219 ia menjadi kepala diaken di Barcelona.[1] Ia adalah seorang penulis yang berkualitas dengan dua karya yang terkenal tentang kasus-kasus moral dan hukum kanon.[1] Tulisannya tentang hukum kanon menjadi standar selama 700 tahun berikutnya.[1] Pada tahun 1238, ia dipilih menjadi kepala Ordo Dominikan.[1][2] Ia sebenarnya tidak menghendaki jabatan tersebut tetapi tetap bekerja dengan baik.[2] Salah satu karya yang dilakukan selama menjabat sebagai kepala ordo tersebut adalah melakukan revisi terhadap Konstitusi Ordo Dominikan.[1] Selain itu, ia juga melakukan kunjungan ke cabang-cabang Ordo Dominikan.[1] Ia menjabat selama dua tahun lalu mengundurkan diri dan kembali ke Spanyol.[1]

Riwayat hidup

250px-Barcelona_Cathedral_Interior_-_Capella_de_Sant_Ramon_de_Penyafort.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kuburannya di Barcelona

Raymundus dilahirkan antara tahun 1175 dan 1180 di sebuah kota kecil dekat Barcelona, Spanyol. Ia bersekolah di sekolah katedral di Barcelona dan menjadi seorang imam. Raymundus menyelesaikan kuliah hukum di Bologna, Italia dan menjadi seorang guru yang terkenal. Tahun 1222 ia bergabung dengan Ordo Dominikan.[1]

Pada tahun 1230, Paus Gregorius IX meminta imam yang penuh pengabdian ini untuk datang ke Roma. Ketika Raymundus tiba, paus memberinya beberapa tugas. Salah satunya adalah mengumpulkan semua surat-surat resmi dari para paus sejak tahun 1150. Raymundus mengumpulkan serta menerbitkan 5 jilid buku. Ia juga ikut ambil bagian dalam menulis hukum Gereja. Pada tahun 1238, Raymundus dipilih sebagai Superior Jenderal Dominikan. Dengan pengetahuannya dalam bidang hukum, ia memeriksa regula ordo dan memastikan bahwa segala sesuatunya sah secara hukum. Setelah selesai, ia mengundurkan diri dari jabatannya pada tahun 1240.

Kini ia dapat sepenuhnya mengabdikan seluruh sisa hidupnya untuk tugas-tugas parokial. Itulah yang sesungguhnya ia inginkan. Paus hendak menjadikan Raymundus sebagai uskup agung, tetapi Raymundus menolak. Ia mohon diizinkan kembali ke Spanyol dan memang ia kembali ke sana. Ia begitu bersukacita dapat bertugas di paroki. Cinta kasihnya membawa banyak orang kembali kepada Tuhan melalui Sakramen Tobat.

Selama tahun-tahun yang dilewatkannya di Roma, Raymundus sering mendengar tentang kesulitan-kesulitan yang harus dihadapi para misionaris. Mereka berusaha keras menjangkau orang-orang non-Kristen di Afrika Utara dan Spanyol. Guna membantu para misionaris, Raymundus mendirikan sebuah sekolah yang mengajarkan bahasa serta kebudayaan orang-orang di daerah misi yang dituju. Juga, Pastor Raymundus minta seorang Dominikan terkenal, St. Thomas Aquinas, untuk menulis sebuah buku saku.

Buku saku ini dimaksudkan untuk menjelaskan kebenaran iman dengan suatu cara yang dapat dimengerti oleh mereka yang belum beriman. Raymundus berumur hingga hampir seratus tahun. Ia wafat di Barcelona pada tanggal 6 Januari tahun 1275. Ia dinyatakan kudus pada tahun 1601 oleh Paus Klemens VIII. Paus yang sama memaklumkannya sebagai santo pelindung ahli hukum Gereja karena pengaruhnya yang besar dalam hukum Gereja.[butuh rujukan]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 (Inggris)David Farmer. 1997. The Oxford Dictionary of Saints . New York: Oxford University Press. P. 424.
  2. 1 2 (Indonesia)Bernadette McCarver Snyder. 2001. 115 Kisah Santo-Santa yang Mengasyikkan. Yogyakarta: Kanisius. Hal. 111-112.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan