Minggu, 18 Oktober 2026
11:02 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Rawa Upo

rawa di Korea Selatan

Bagikan:
500px-Upo_Wetland.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rawa Upo

Rawa Upo (우포늪) adalah sebuah dataran basah yang terletak di kabupaten Changnyeong, Gyeongsang Selatan, Korea Selatan.[1] Rawa ini merupakan bagian dari dataran basah dan rawa alami terluas di Korea yang berfungsi sebagai tempat pelestarian ekologi.[2] Rawa lainnya di kawasan ini adalah Mokpo, Sajipo, dan Jjokjibeol.[1] Luas keseluruhan Rawa Upo mencapai 2 juta m².[3]

Rawa Upo berperan penting sebagai daerah resapan air yang berfungsi melepaskan dan menyimpan air.[1] Selain itu, kawasan ini menyediakan habitat yang ideal untuk ikan dan hewan-hewan air lain.[1] Pada masa banjir karena sungai Nakdong berkelebihan, level air di rawa Upo mencapai ketinggian 5 meter dalamnya, dengan kapasitas air 134 juta meter kubik air yang membantu mengendalikan sistem air dan bermanfaat untuk saluran irigasi.[1]

Flora dan fauna

Wilayah ini kaya akan spesies tumbuh-tumbuhan dan menyediakan habitat yang baik bagi kehidupan fauna.[1] Air rawa menyediakan nutrisi yang berlimpah untuk tanaman, burung, ikan dan hewan lain.[1] Rawa ini memiliki total 1.772 jenis flora dan fauna termasuk tanaman, ikan air tawar, burung, serangga, dan invertebrata dengan rincian 435 jenis tanaman yang merupakan konsentrasi 50-60 % dari seluruh jenis tanaman di Korea.[1]

Jenis tanaman yang umum, seperti duckweed (Spirodela polyrhiza), chestnut air (Trapa japonica flerow), dan frogbit (Hydrocharis dubia) yang membentuk pemandangan hijau yang menyelimuti rawa.[3] Jenis tanaman lainnya adalah rerumputan rawa Mischantus sacchariflorus, Bulrushes (Scirpus maritimus), padi liar (Zizania latifolia), dan club rushes (Scripus lacutris).[3] Tanaman dedalu seperti jenis Salix koreensis dan Salix gracilistylia, tumbuh dengan subur.[3] Tanaman-tanaman ini menjadi tempat tinggal berbagai jenis organisme antara lain siput misteri cina (Cipangopaludina chinensis malleata), ikan, serangga dan burung-burung yang keseluruhan mencapai lebih dari 350 jenis.[3]

Di rawa ini terdapat orservatorium yang digunakan untuk mengamati wilayah sekeliling rawa dan burung-burung liar.[3] Jenis burung yang berhabitat di rawa ini antara lain, bangau abu-abu, bangau salju, bebek berbintik, ayam air dan sebagainya.[3] Kelompok burung migran berdatangan untuk mencari makanan di tempat ini.[3]

Pranala luar

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 Lee, Yong-su (2000). "Upo Wetlands" (PDF). Koreana. 14.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |month= diabaikan[pranala nonaktif permanen]
  2. ↑ (Indonesia) Telur burung ibis berjambul berhasil ditetaskan di rawa Upo[pranala nonaktif permanen], kbs. Diakses pada 2 Juni 2010.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 (Inggris) Bae Han-Bong (2007). "Changnyeong—Reminders of the Past Offer Hope for the Future" (PDF). Koreana. 21: 65–73. Diakses tanggal 16 Juli 2010.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |month= diabaikan[pranala nonaktif permanen]


Ikon rintisan

Artikel bertopik lingkungan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan