Sabtu, 03 Oktober 2026
15:56 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Rasio cair

Bagikan:

Rasio cair atau nisbah cair (acid-test ratio), sering pula disebut sebagai rasio cepat (quick ratio), adalah sebuah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam menggunakan aktiva lancar tanpa persediaan untuk membayar utang jangka pendeknya.[1] Yang termasuk ke dalam rasio lancar adalah aktiva lancar yang dapat dengan cepat diubah dalam bentuk kas, termasuk di dalamnya akun setara kas, surat-surat berharga, piutang dagang, beban dibayar di muka, dan pendapatan yang masih harus diterima. Semakin tinggi rasio, maka semakin baik likuiditas suatu perusahaan.

Persediaan barang dagang tidak dihitung meskipun termasuk dalam aktiva lancar, karena persediaan dianggap sebagai aktiva lancar yang sulit diubah menjadi kas. Rumus untuk menghitung rasio cair (acid ratio) adalah sebagai berikut:

Rasio Cepat / Rasio Cair = Aktiva Lancar − Persediaan Utang Lancar {\displaystyle {\mbox{Rasio Cepat}}/{\mbox{Rasio Cair}}={{\mbox{Aktiva Lancar}}-{\mbox{Persediaan}} \over {\mbox{Utang Lancar}}}} {\displaystyle {\mbox{Rasio Cepat}}/{\mbox{Rasio Cair}}={{\mbox{Aktiva Lancar}}-{\mbox{Persediaan}} \over {\mbox{Utang Lancar}}}}

atau

Quick Ratio / Acid-Test Ratio = Current Assets − Inventory Current Liabilities {\displaystyle {\mbox{Quick Ratio}}/{\mbox{Acid-Test Ratio}}={{\mbox{Current Assets}}-{\mbox{Inventory}} \over {\mbox{Current Liabilities}}}} {\displaystyle {\mbox{Quick Ratio}}/{\mbox{Acid-Test Ratio}}={{\mbox{Current Assets}}-{\mbox{Inventory}} \over {\mbox{Current Liabilities}}}}

Rasio ini mengindikasikan kapasitas sebuah perusahaan untuk tetap beroperasi dan bertahan dalam kondisi keuangan yang buruk.

Idealnya, Rasio Lancar berada pada angka 1:1 atau minimal 0.8:1, kurang dari itu, perusahaan dianggap memiliki masalah keuangan.

Lihat pula

Ikon rintisan

Artikel bertopik ekonomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Referensi

  1. ↑ "Pahami Rasio Likuiditas ini, agar Perusahaan Tidak Terbebani Utang". www.daya.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-10-31.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan