Rabu, 14 Oktober 2026
10:12 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM

Rasimah Ismail

Bagikan:
Rasimah Ismail
Lahir1911
Dikenal karena- Pejuang kemerdekaan dan hak perempuan
- Tokoh Persatuan Muslim Indonesia (Permi)

Rasimah Ismail (lahir di Jambu Air, Bukittinggi, 1911) adalah seorang pejuang kemerdekaan dan pejuang hak perempuan Indonesia asal Minangkabau. Ia merupakan teman seperjuangan Hj. Rangkayo Rasuna Said, yang juga seorang pejuang dan pahlawan nasional Indonesia.[1]

Karena perlawanannya yang gigih terhadap kolonialis Belanda, mereka berdua kemudian dibuang ke Semarang pada 9 Juni 1933 dengan menaiki kapal api SS van Linskhoten dari pelabuhan Emma Haven yang sekarang bernama Pelabuhan Teluk Bayur, Padang. Kepergian gadis remaja pejuang yang sama-sama berumur sekitar 22 tahun ketika itu dilepas oleh ribuan orang pendukungnya yang berdatangan dari berbagai wilayah di Minangkabau.[2]

Rasimah adalah adik dari Abdul Gaffar Ismail,[3] seorang ulama pejuang, dan merupakan bibi dari Taufiq Ismail, seorang penyair ternama Indonesia.

Referensi

  1. ↑ "Indonesian Muslim Women's role in political" Diarsipkan 2014-10-30 di Wayback Machine The Jakarta Post, 24-07-2003. Diakses 30-10-2014.
  2. ↑ "Jernih melihat cermat mencatat; Dua Singa Betina Dibuang" Marthias Dusky Pandoe, Penerbit Buku Kompas. Diakses 30-10-2014.
  3. ↑ "Jernih melihat cermat mencatat; Rasimah Ismail" Marthias Dusky Pandoe, Penerbit Buku Kompas. Diakses 30-10-2014.


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan