Sabtu, 24 Oktober 2026
00:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Rasimah Ismail

Bagikan:
Rasimah Ismail
Lahir1911
Dikenal karena- Pejuang kemerdekaan dan hak perempuan
- Tokoh Persatuan Muslim Indonesia (Permi)

Rasimah Ismail (lahir di Jambu Air, Bukittinggi, 1911) adalah seorang pejuang kemerdekaan dan pejuang hak perempuan Indonesia asal Minangkabau. Ia merupakan teman seperjuangan Hj. Rangkayo Rasuna Said, yang juga seorang pejuang dan pahlawan nasional Indonesia.[1]

Karena perlawanannya yang gigih terhadap kolonialis Belanda, mereka berdua kemudian dibuang ke Semarang pada 9 Juni 1933 dengan menaiki kapal api SS van Linskhoten dari pelabuhan Emma Haven yang sekarang bernama Pelabuhan Teluk Bayur, Padang. Kepergian gadis remaja pejuang yang sama-sama berumur sekitar 22 tahun ketika itu dilepas oleh ribuan orang pendukungnya yang berdatangan dari berbagai wilayah di Minangkabau.[2]

Rasimah adalah adik dari Abdul Gaffar Ismail,[3] seorang ulama pejuang, dan merupakan bibi dari Taufiq Ismail, seorang penyair ternama Indonesia.

Referensi

  1. ↑ "Indonesian Muslim Women's role in political" Diarsipkan 2014-10-30 di Wayback Machine The Jakarta Post, 24-07-2003. Diakses 30-10-2014.
  2. ↑ "Jernih melihat cermat mencatat; Dua Singa Betina Dibuang" Marthias Dusky Pandoe, Penerbit Buku Kompas. Diakses 30-10-2014.
  3. ↑ "Jernih melihat cermat mencatat; Rasimah Ismail" Marthias Dusky Pandoe, Penerbit Buku Kompas. Diakses 30-10-2014.


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan