Selasa, 20 Oktober 2026
01:01 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Rapai Pase

Rapai Pase

Bagikan:
330px-Rapai_Pase.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Para pemukul Rapai Pase

Rapa’i pase merupakan alat musik asal aceh pesisir, alat musik ini merupakan salah satu alat musik yang sudah ada dari masa lalu. nama Rapa'i diambil dari seorang ahli tasauf (ilmu tentang ajaran-ajaran Islam) yaitu Ahmad Rifa’i. Ahmad Rifa’i dipercaya merupakan sebagai pembuat alat musik.[1]

Kemudian oleh Syeikh Abdul Kadir Djailani merupakan orang pertama yang mengenalkan gendang dufun pada masyarakat Aceh sehingga diberilah nama rapa’i sebagai salah satu upaya untuk mengenang pencipta alat tersebut yaitu Ahmad Rifa’i. Istilah Pasee ini merupakan sebutan untuk daerah Pasai, salah satu desa di Kecamatan Bayu Kabupaten Aceh Utara yang diberikan oleh masyarakat Desa Awe, karena merupakan tempat pertama untuk perkenalan alat tersebut. Pada saat sekarang ini gendang dufun lebih dikenal sebagai Rapa’i Pasee[1]

Untuk pada masa ini RAPA’I PASE sering di pakai dalam setiap kegiatan untuk memberikan hiburan dan untuk melestarikan tradisi dan juga sering dilaksanakan di acara adat.[2]

Referensi

  1. 1 2 fajri, muhammad dkk (2017). Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2017. Jakarta: Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya. hlm. 2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ aceh, pemerintah (26 10 2019). "TARI DIDONG DAN RAPAI PASE HENTAK PLAZA BALAI KOTA BOGOR". pemerintah provinsi aceh. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-10-26. Diakses tanggal 26 10 2019.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=

Pranala luar

Lihat pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan