Sabtu, 24 Oktober 2026
12:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Rampak kendang

kesenian tradisional Sunda

Bagikan:

Rampak Kendang atau Rampak Gendang[1] adalah salah satu kesenian tradisional masyarakat Sunda. Rampak kendang terdiri dari dua suku kata yaitu, 'Rampak' dan 'Kendang'. Rampak berasal dari bahasa Sunda yang memiliki pengertian serempak atau secara bersama-sama[2] sedangkan Kendang atau Kendang Sunda adalah instrumen dalam gamelan Degung. Sehingga, Rampak kendang adalah pertunjukan kendang yang dilakukan secara bersama-sama.

Alat musik yang digunakan adalah kendang, sebagai alat musik utama dalam rampak kendang, rebab, gitar dan alat gamelan lainnya. Rampak kendang biasanya dimainkan lebih dari dua orang dengan menggunakan kostum yang sama.[3] Saat pertunjukan berlangsung, para pemain naik ke atas panggung dan menempati posisi mereka di depan alat musiknya. Setelah aba-aba yang diberikan salah satu pemain, alunan musik yang penuh energik pun terdengar. Tidak hanya musiknya, tetapi para pemain ikut serta menggerakan kepala dan badan mereka. Rampak kendang sering dikolaborasikan dengan pertunjukan seni lainnya, seperti Tari jaipong.[2]

Terdapat dua jenis Rampak Kendang:[4]

  • Rampak Kendang Diri (Dimainkan sambil berdiri dengan menggunakan stik, seperti stik drum, dan jumlah kendang yang dimainkan adalah dua buah)
  • Rampak Kendang Duduk (Dimainkan sambil duduk dengan menggunakan tangan, menepukkan tangan ke kendang, dan jumlah kendang yang dimainkan adalah 3 buah)

Rampak kendang terkandung makna filosofis di dalamnya. Kesenian ini mencerminkan masyarakat sunda yang harmonis yang berlandaskan sifat-sifat bergotong-royong dan kecerian.[2]

Referensi

  1. ↑ Muis, M. (2009). Pendefinisian lema alat musik di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. hlm. 48
  2. 1 2 3 Kaya, Indonesia. "Rampak Gendang, dari Indonesia untuk Dunia - Situs Budaya Indonesia". IndonesiaKaya (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2019-02-17.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. ↑ Indahmnrt (2017-09-27). "Rampak Gendang ; Kesenian energik khas Jawa Barat". infobudaya.net. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-02-17. Diakses tanggal 2019-02-17.
  4. ↑ Florencia, Veve (2017-01-18). "Rampak Kendang". sumber.com. Diakses tanggal 2019-02-17.[pranala nonaktif permanen]
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan