Selasa, 13 Oktober 2026
02:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Ramin

Ramin

Bagikan:
Pohon Ramin
250px-Gonystylus_bancanus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Malvales
Famili: Thymelaeaceae
Genus: Gonystylus
Spesies:
G. bancanus
Nama binomial
Gonystylus bancanus

Ramin adalah salah satu pohon penghasil kayu yang ada di wilayah Indonesia khususnya di Kalimantan dan Sumatra.[1] Nama ilmiah dari ramin adalah Gonystylus bancanus.[1] Tumbuhan ini berasal dari keluarga Thymelaeaceae.[1] Nama ramin adalah nama yang umum digunakan di Indonesia, sedangkan dalam bahasa lokal di kalimantan disebut jerami dan ada pula yang menyebutnya aloevera.[1] Tumbuhan berkayu ini memiliki sinomin yaitu Gonystylus haackenbergii Dales dan G. miquelianus Teysm.[1]

Habitat dan penyebaran

Habitat ramin adalah pada daerah gambut dengan iklim tropis.[2] Dataran yang tepat untuk tumbuh adalah dataran rendah, rawa atau campuran antara daerah gambut dan rawa.[2] Tanaman ini banyak tumbuh di hutan tropis serta hutan rawa air tawar pada dataran rendah.[2] Ramin termasuk dalam tumbuhan asli Indonesia terutama di Kalimantan Tengah dan Sumatera Barat.[2] Tanaman ini terdistribusi hingga ke seluruh daerah Asia Tenggara.[2] Ramin juga terdapat di Malaysia terutama di Semenanjung Selatan dan Serawak, serta Brunei Darussalam di daerah rawa pesisir.[2] Berdasarkan daftar merah IUCN, tanaman ini masuk ke dalam kategori berisiko.[1] Hal ini terjadi karena makin maraknya pembalakan liar dan penebangan yang berlebihan.[1]

Batang

Ramin memiliki batang yang berbentuk bulat.[3] Tinggi atang tumbuhan ini bisa mencapai 40 meter hingga 45 meter.[3] Tinggi bagian batang yang lurus dapat mencapai 21 meter.[3] Ukuran diameter batang bagian bawah pada ketinggian setinggi dada orang dewasa adalah 60 cm hingga 120 cm.[3] Akar ramin lebih sering menonjol keluar tanah dan besar-besar.[3] Permukaan batang ramin banyak yang rusak yaitu berupa pengelupasan kulit pohon.[3] Warna kulit atau [epidermis] dari pohon ramin adalah cokelat, abu-abu, hingga kemerahan sedangkan bagian dalam kayunya berwarna kuning. Bagian kulit yang mengelupas berwarna cokelat mudah pucat atau putih.[4]

Daun

Daun ramin memiliki bentuk oval dengan ujung daun berbentuk meruncing dan tangkai daun panjang. [5] Daun ramin termauk daun tunggal karena setiap tangkai hanya menyokong 1 daun.[4] Daun tersusun pada tangkai pohon secara selang-seling beraturan.[4]

Bunga, buah dan biji

Ramin tidak memiliki musim yang konsisten dalam berbunga dan berbuah jadi terkadang pohon ini tidak setiap tahun berbunga dan berbuah.[5] Pohon ini memiliki masa berbunga berbeda di setiap tempat tumbuhnya.[4] Pohon ramin di hutan Kalimantan Barat biasanya berbunga antara bulan Agustus sampai Oktober sedangkan di Kalimantan Tengah antara bulan April atau Mei.[4] Pohon ramin di Kapuas, Kotawaringin, dan Indragiri Hilir pernah selama 8 tahun tidak berbunga.[4]

Buah ramin berbentuk agak bulat dengan ukuran 4,5 cm dan rongga-rongganya 3–4 cm.[4] Pohon ini memiliki permukaan buah yang kasar.[4] Benih dikumpulkan dari buah yang sudah matang.[4] Buah yang sudah masak akan membuka dengan sendirinya.[4] Biji ramin sebaiknya disimpan dalam bentuk kering supaya lebih tahan lama.[4] Perkecambahan dari benih ramin yang masih basah dilakukan menggunakan serbuk gergaji yang disimpan dalam kantong plastik.[4] Benih tersebut akan mulai berkecambah setelah didiamkan selama dua minggu.[4] Biji yang sudah kering, sebelum ditanam sebaiknya direndam terlebih dahulu untuk mempercepat proses perkecambahan.[4] Proses penaburan dan perkecambahan dilakukan di lahan pasir atau serbuk gergaji dan campuran tanah dengan perbandingan 2:1.[4]

Kegunaan

Ramin banyak ditebang karena akan diambil kayunya.[4] Kayu ramin berwarna kekuningan agak putih dengan tekstur halus dan rata.[4] Kayu ramin baik digunakan sebagai bahan membuat kayu lapis.[4] Kayu ini juga cocok untuk membuat bangunan yang memerlukan konstruksi ringan.[4] Perajin yang memerlukan kayu dengan warna bersih juga dapat memilih ramin untuk karyanya.[4] Kayu ini baik digunakan untuk membuat pintu, jendela, langit-langit serta sekat pengganti dinding antar kamar.[4] Kayu ini juga sering dimanfaatkan sebagai bahan baku ukiran karena sifat teksturnya yang lembut dan mudah dibentuk.[4] Pembuatan kapal juga sering memanfaatkan kayu dari tanaman tinggi ini.[4]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 "Gonystylus bancanus". IUCN Red List. Diakses tanggal 5 Mei 2014.
  2. 1 2 3 4 5 6 Hamzah, Ali Aziz. Gonystylus bancanus jewel of the peat swamp forest. Malaysia: Gemilag Press. hlm. 13-34. ISBN 978-967-5221-46-0.
  3. 1 2 3 4 5 6 "Non detrimental Finding Procedures" (PDF). Institut Kehutanan Malaysia. Diakses tanggal 5 Mei 2014.{{cite web}}: line feed karakter dalam |title= pada posisi 25
  4. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 "Gonystylus bancanus" (PDF). Curis. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2014-05-05. Diakses tanggal 5 Mei 2014.
  5. 1 2 "Gonystylus bancanus" (PDF). World Agro Forestry. Diakses tanggal 5 Mei 2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan