Sabtu, 17 Oktober 2026
16:35 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Bulu kuduk

Bulu kuduk

Bagikan:
250px-Rooster-475790.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bulu kuduk (rawis) kuning pada area leher ayam jantan

Bulu kuduk atau bulu tengkuk (bahasa Inggris: hackles) adalah bulu erektil atau rambut di area leher beberapa burung dan mamalia.

Pada burung, bulu kuduk adalah kumpulan bulu yang terdapat di sepanjang bagian belakang dan sisi leher.[1] Bulu kuduk beberapa jenis ayam, khususnya ayam jantan, berbentuk panjang, halus, dan sering kali berwarna cerah.[2] Bulu-bulu ini dapat digunakan dalam memancing lalat sebagai umpan.[2]

250px-Expression_of_the_Emotions_Figure_5.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambar seekor anjing dengan bulu kuduk yang berdiri

Pada mamalia, bulu kuduk adalah rambut di leher dan punggung yang menjadi tegak ketika hewan tersebut ketakutan, sebagai bagian dari respons lawan-atau-lari,[3] atau untuk menunjukkan dominasi terhadap hewan bawahan. Menegakkan bulu kuduk menyebabkan hewan tampak lebih besar,[4] dan bertindak sebagai peringatan visual bagi hewan lain.[5] Bulu kuduk yang berdiri digunakan oleh serigala abu-abu sebagai perilaku dominasi,[6] oleh rusa besar yang bersiap menyerang,[7] serta oleh kucing dan hiena loreng yang ketakutan atau terancam.[3][8] Proses berdirinya rambut ini disebut piloereksi.[9] Kontraksi otot arektor pili yang terkait dengan setiap folikel rambut menyebabkan rambut menjadi tegak.[3]

Referensi

  1. ↑ Damerow, Gail (2012). The Chicken Encyclopedia: An Illustrated Reference. Storey Publishing. hlm. 137. ISBN 9781603427760.
  2. 1 2 Damerow, Gail (2010). "Chapter 1: Choosing a breed". Guide to Raising. Storey Publishing. hlm. 20. ISBN 9781603424691.
  3. 1 2 3 Hudson, Lola; Hamilton, William (2017). "Arrector pili muscles". Atlas of Feline Anatomy For Veterinarians. CRC Press. ISBN 9781351465311.
  4. ↑ Dallas, Sue; Ackerman, Nicola (2016). "Chapter 6. Canine and feline anatomy and physiology". Dalam Ackerman, Nicola; Aspinall, Victoria (ed.). Aspinall's Complete Textbook of Veterinary Nursing. Elsevier Health Sciences. hlm. 111. ISBN 9780702066092.
  5. ↑ Svartberg, Kenth; Forkman, Björn (Oktober 20, 2002). "Personality traits in the domestic dog (Canis familiaris)" (PDF). Applied Animal Behaviour Science. 79 (2): 133–155. doi:10.1016/s0168-1591(02)00121-1.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ James Serpell, ed. (1999). The domestic dog : its evolution, behaviour, and interactions with people. pencil drawings by Priscilla Barrett (Edisi Repr.). Cambridge, England: Cambridge University Press. hlm. 118. ISBN 9780521425377.
  7. ↑ Colorado Parks and Wildlife (2018-10-15), Moose Attacks Are Increasing, diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-12-20, diakses tanggal 2018-10-24
  8. ↑ Estes, Richard D. (1999). The Safari Companion: A Guide to Watching African Mammals Including Hoofed Mammals, Carnivores, and Primates. Chelsea Green Publishing. hlm. 286. ISBN 9781603581851.
  9. ↑ Taibo, Angela (2014). "Chapter 11: The integumentary system". Veterinary Medical Terminology: Guide and Workbook. John Wiley & Sons. ISBN 9781118774670.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan