Sabtu, 31 Oktober 2026
14:13 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Rajah Tupas

raja Cebu terakhir

Bagikan:
Nama ini menggunakan kebiasaan penamaan Filipina; nama tengah atau nama keluarga pihak ibunya adalah Tupas.
Tupas
Rajah Cebu
Berkuasa27 April 1521 — 27 April 1565
PendahuluRajah Humabon
PenerusKerajaan dihapuskan
Miguel López de Legazpi (sebagai Gubernur Jenderal Filipina)
Lahir1497
Cebu, Kerajaan Cebu
Meninggal1568 (umur 70–71)
Cebu, Kekaptenjenderalan Filipina
AyahSri Parang
WangsaKerajaan Cebu
AgamaHindu (sebelum 1568)
Katolik Roma (akhir hidup)

Rajah Tupas (dibaptis sebagai Felipe Tupas; 1497–1568) adalah raja Cebu terakhir. Dia merupakan putra dari Sri Parang, dan sepupu dari Rajah Humabon. Dia diketahui telah dibaptis pada tanggal 21 Maret 1568 pada umur 70 tahun.[a] Dia memerintah Cebu bersama rekan-rekannya sampai dikalahkan oleh tentara Miguel López de Legazpi pada 27 April 1565. Pada 4 Juni 1565, Tupas dan Legaspi menandatangani Traktat Cebu, yang secara efektif memulai penguasaan Spanyol di Cebu.[1] Dia wafat pada tahun 1568, tidak lama setelah dibaptis.

Catatan

  1. ↑ Dia dibaptis lagi ketika Magelhaens tiba bersama dengan sang istri, orangtua, satu saudara, dua saudari ipar, dan sepuluh keponakan perempuan.

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Scott 1992, hlm. 50–53, catatan 24 dan 25 pada hlm. 62–63.

Daftar pustaka


Flag of FilipinaBiography icon

Artikel bertopik biografi Filipina ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan