Rabu, 14 Oktober 2026
01:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Raja Putih

Raja Putih

Bagikan:
Rajah Sarawak
Bekas Kerajaan
120px-Coat_of_arms_of_the_Raj_of_Sarawak.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang Royal
120px-Charlesvynerbrooke.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Charles Vyner Brooke
Penguasa pertama James Brooke
Penguasa terakhir Charles Vyner Brooke
Gelar Yang Mulia
Kediaman resmi Astana
Pendirian 1841
Pembubaran 1946
Penuntut takhta James Brooke

Raja Putih ialah sebuah dinasti pemerintahan sebuah keluarga kulit putih di Sarawak yaitu keluarga Brooke. Raja Putih juga dikenal sebagai Rajah Sarawak atau Rajah Putih. Penggunaan kata Rajah bertujuan untuk membedakan gelar keluarga kerajaan dengan keluarga Brooke. James Brooke yang berketurunan Britania Raya diberikan Provinsi Kuching – yang dikenal sebagai Sarawak Asal – oleh Kesultanan Brunei setelah membantu pasukan Kesultanan menumpas pembajakan laut dan pemberontakan suku asli pada 1841 dan menerima status negara berdaulat.

Setelah Perang Dunia II, Raja Putih Sarawak yang terakhir menyerahkan Sarawak kepada kerajaan Britania. Gelar Raja Putih diperoleh karena keluarga Brooke merupakan orang berkulit putih.

Dinasti Brooke (Rajah Putih):

Nama
Jangka hidup
Awal memerintah
Akhir memerintah
Keterangan
Keluarga
Gambar
Sir James Brooke
  • James Brooke
(1803-04-29)29 April 1803 – 11 Juni 1868(1868-06-11) (umur 65) 18 Agustus 1842 11 Juni 1868 Brooke
Charles Anthony Johnson Broke
  • Charles Brooke
(1829-06-03)3 Juni 1829 – 17 Mei 1917(1917-05-17) (umur 87) 3 Agustus 1868 17 Mei 1917 Keponakan dari James Brooke Brooke
Charles Vyner de Windt Brooke
  • Vyner Brooke
(1874-09-26)26 September 1874 – 9 Mei 1963(1963-05-09) (umur 88) 24 Mei 1917 1 Juli 1946
(Sarawak menjadi Koloni mahkota)
Anak dari Charles Johnson Brooke Brooke

Penyerahan kepada Britania Raya

Setelah Perang Dunia II, di mana Sarawak beserta keseluruhan Pulau Kalimantan dikuasai oleh Kekaisaran Jepang, Raja Charles Vyner Brooke menyerahkan kekuasaan Serawak kepada Kantor Kolonial. Keponakan dan ahli waris resminya Anthony Brooke awalnya menolak keputusan pamannya, dan juga anggota pribumi di Dewan Undangan Negeri Sarawak.

Karena ia melawan penyerahan, Anthony Brooke dijadikan tersangka setelah Gubernur Serawak kedua Duncan Stewart dibunuh oleh dua orang yang dipercayai berasal dari kelompok yang menginginkan monarki di Sarawak.[1] Namun secara realitas, mereka berasal dari kelompok politik yang beraspirasi agar Sarawak bergabung dengan Indonesia yang baru merdeka.[1] Anthony Brooke tidak pernah digugat. Dokumen yang dipublikasikan pada akhir abad ke-20 menyatakan bahwa pemerintah Britania Raya tahu bahwa Anthony Brooke tidak bersalah, tetapi memilih untuk berbohong mengenai kebenaran kejadian tersebut agar tidak menyakiti perasaan Indonesia. Indonesia baru saja menang dalam perang kemerdekaan melawan Belanda sementara Britania Raya sedang mengatasi Kedaruratan Malaya di barat laut.[1][2] Sejak terjadinya kedua peristiwa tersebut, tidak ada inisiatif serius untuk mengembalikan sistem monarki di Sarawak, walaupun ada surat wasiat dari Sir James Brooke bahwa siapapun dari keluarga Brooke boleh mewarisi taktha raja.

Keluarga Brooke masih memiliki hubungan dekat dengan rakyat Sarawak dan diwakili oleh Brooke Trust dan cucu Anthony Brooke, Jason Brooke di kebanyakan fungsi negara dan mendukung proyek warisan budaya.

Referensi

  1. 1 2 3 Mike Thomson (14 Maret 2012). "The stabbed governor of Sarawak". bbc.co.uk. BBC News. Diakses tanggal 2016-11-04.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Mike Thomson (12 Maret 2012). "Radio 4's investigative history - The stabbed governor of Sarawak". bbc.co.uk. BBC News. Diakses tanggal 2016-11-04.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Sejarah
Geografi
Pemerintah
Politik
Ekonomi
Sosial
Simbol
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan