Kamis, 22 Oktober 2026
11:53 WIB
TERKINI
Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal
Raja tikus

Raja tikus

Bagikan:
250px-Strasbourg%2C_Rat_King_retusche.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Raja tikus yang ditemukan pada tahun 1895.

Raja tikus adalah segerombolan tikus yang saling membelakangi dengan ekor yang saling membelit dan terikat sehingga membentuk lingkaran. Walaupun jarang sekali ditemui, tetapi fenomena ini menjadi terkenal di Eropa dan dianggap menjadi pertanda bencana besar, biasanya wabah.

Etimologi

Istilah "Raja tikus" merupakan pinjam terjemah dari bahasa Inggris Rat king, yang berasal dari bahasa Jerman [Rattenkönig] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan) (raja tikus), yang juga dipinjam terjemah ke bahasa Prancis menjadi [roi des rats] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan) (raja tikus). Istilah tersebut pada mulanya tidak ditujukan untuk hewan tikus, melainkan julukan bagi seseorang yang hidupnya bergantung kepada orang lain. Conrad Gesner dalam buku [Historia animalium] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan) (1551–1558) menyatakan: "Beberapa orang berpendapat bahwa makin tua seekor tikus maka ia makin sehat, dan diberi asupan makanan oleh tikus-tikus yang lebih muda: ia disebut raja tikus." Martin Luther menyatakan: "Terakhir, ada Sri Paus, sang raja tikus yang berada di pucuk pimpinan." Kemudian istilah tersebut merujuk kepada seorang raja yang duduk di singgasana terbuat dari ekor-ekor tersimpul.[1]

Suatu penjelasan lain menyatakan bahwa pada mulanya dalam bahasa Prancis ia disebut [rouet de rats] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan) (artinya "roda pintal [dari] tikus", dengan ekor tikus sebagai jari-jarinya), dan rouet ditulis roi (lengkapnya: [roi des rats] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)) karena pada zaman dahulu oi dalam bahasa Prancis dilafalkan [we] (seperti rouet masa kini), tetapi lambat laun oi dilafalkan [wa], dan roi yang diucapkan [ʁwɛ] ("roda pintal") ditulis rouet sementara roi yang diucapkan [ʁwa] ("raja") tetap ditulis demikian sehingga pengertian [roi des rats] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan) berubah menjadi "raja tikus".[1]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Hart, Martin (1982). Rats. Translated from 1973 Dutch edn by Arnold J. Pomerans. Allison & Busby. hlm. 66–67. ISBN 0-85031-297-3.
Ikon rintisan

Artikel bertopik zoologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan