Senin, 19 Oktober 2026
04:16 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Radio kristal

Radio kristal

Bagikan:
250px-Kristallradio.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Radio kristal Swedia dari tahun 1922, oleh Radiola.

Radio kristal, juga dikenal sebagai set kristal, adalah sebuah penerima radio sederhana, yang populer pada masa-masa awal radio. Set ini hanya menggunakan tenaga dari sinyal radio yang ditangkap untuk menghasilkan suara, dan tidak membutuhkan sumber tenaga eksternal. Namanya diambil dari komponennya yang paling penting, sebuah detektor kristal, yang dahulunya dibuat dari mineral kristal seperti galena.[1] Sekarang, komponen ini disebut dioda.

Radio kristal adalah wujud paling sederhana dari penerima radio[2] dan dapat dibuat dari beberapa bahan-bahan murah, seperti kawat untuk antena, induktor, kapasitor, detektor kristal, dan penyuara telinga (karena radio kristal tidak memiliki tenaga yang cukup untuk pengeras suara).[3] Karena set ini adalah penerima pasif, set ini memproduksi suara yang lemah dan harus didengar oleh penyuara telinga yang sensitif, beserta hanya dapat menerima sinyal dari jangkauan yang terbatas.[4]

Referensi

  1. ↑ Carr, Joseph J. (1990). Old Time Radios! Restoration and Repair. US: McGraw-Hill Professional. hlm. 7–9. ISBN 0-8306-3342-1.
  2. ↑ Petruzellis, Thomas (2007). 22 Radio and Receiver Projects for the Evil Genius. US: McGraw-Hill Professional. hlm. 40, 44. ISBN 978-0-07-148929-4.
  3. ↑ Field, Simon Quellen (2003). Gonzo gizmos: Projects and devices to channel your inner geek. US: Chicago Review Press. hlm. 85. ISBN 978-1-55652-520-9.
  4. ↑ Schaeffer, Derek K.; Thomas H. Lee (1999). The Design and Implementation of Low Power CMOS Receivers. Springer. hlm. 3–4. ISBN 0-7923-8518-7.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan