Jumat, 23 Oktober 2026
13:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal

Radio Kabul

stasiun radio

Bagikan:

Radio Kabul adalah sebuah stasiun radio di Afganistan yang terletak di kota Kabul. Selama Perang Soviet-Afganistan, stasiun ini sering digunakan sebagai propaganda pro-Soviet. Selama perang sipil setelah mundurnya Soviet tahun 1990, stasiun radio ini mengalami kerusakan beberapa kali karena pertempuran, dan berbagai faksi yang menguasai Kabul. Pada tahun 1996, ketika Taliban menguasai Kabul, nama stasiun ini berubah menjadi Shariat Ghagh, yang berarti Suara Sharia. Ketika Taliban mengkonsolidasi kekuatan mereka ke seluruh Afganistan, stasiun radio ini digunakan untuk mendapat pendukung Taliban. Taliban juga melarang musik di stasiun ini dan menghancurkan arsip-arsip stasiun ini, di mana terdapat kaset musik Radio Kabul dan program politik yang tidak dapat diganti lagi sektiar 40 tahun lalu. Kaset itu telah hilang selamanya, tetapi pada tahun 2002, BBC melaporkan bahwa dengan ajaib arsip tersebut selamat bukan hanya dari Taliban, tetapi juga dari kehancuran bangunan radio kabul oleh bom Amerika Serikat selama Invasi Afganistan 2001 pada bulan November tahun 2001.[1]

Setelah perang, radio ini kembali menampilkan acara politik dan musik.

Referensi

  1. ↑ http://news.bbc.co.uk/1/hi/world/from_our_own_correspondent/1979482.stm
60px-Flag_map_of_Afghanistan_%282004-2021%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Afganistan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan