Selasa, 20 Oktober 2026
01:29 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Radianthus doreensis

Radianthus doreensis

Bagikan:
Radianthus doreensis
250px-An%C3%A9mona_%28Radianthus_doreensis%29%2C_Anilao%2C_Filipinas%2C_2023-08-24%2C_DD_178.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Cnidaria
Kelas: Hexacorallia
Ordo: Actiniaria
Famili: Stichodactylidae
Genus: Radianthus
Spesies:
R. doreensis
Nama binomial
Radianthus doreensis
(Quoy & Gaimard, 1833)
Sinonim
Daftar
  • Actinia doreensis Quoy & Gaimard, 1833
  • Antheopsis doreensis (Quoy & Gaimard, 1833)
  • Anthopleura gelam (Haddon & Shackleton, 1893)
  • Cereactis doreyensis (Quoy & Gaimard, 1833)
  • Condylactis doreensis (Quoy & Gaimard, 1833)
  • Condylactis gelam Haddon & Shackleton, 1893
  • Heteractis doreensis (Quoy & Gaimard, 1833)
  • Macrodactyla doorensis
  • Macrodactyla doreenensis
  • Macrodactyla doreensis (Quoy & Gaimard, 1833)
  • Macrodactyla gelam (Mariscal 1972)
  • Paractis doreyensis

Radianthus doreensis, juga dikenal sebagai anemon tentakel panjang dan anemon laut tentakel pembuka botol,[1] adalah sebuah spesies anemon laut dalam famili Stichodactylidae.

Deskripsi

Radianthus doreensis memiliki tentakel yang relatif sedikit. Semuanya memiliki ukuran dan warna yang serupa, mulai dari abu-abu keunguan hingga cokelat. Masing-masing tumbuh hingga sekitar 1,75 inci, berbentuk berliku-liku, dan ujungnya mengecil secara merata. Dalam beberapa kasus, tentakelnya memiliki bentuk seperti pembuka botol (corkscrew).

Cakram mulutnya (oral disc) biasanya berwarna abu-abu keunguan hingga cokelat, dan terkadang memiliki corak hijau. Bentuknya melebar dan dapat tumbuh hingga lebar maksimum 5 cm, namun sering kali jauh lebih kecil. Terdapat garis-garis putih yang berorientasi radial, terkadang menjalar hingga ke tentakel.

Spesies ini tetap berada di permukaan sedimen dengan bagian kolom yang terkubur. Bagian bawah kolom berwarna oranye kusam hingga merah cerah, sedangkan bagian atasnya berwarna kecokelatan, mengandung verrucae (bintil) bulat hingga oval dalam baris yang berorientasi membujur.

Distribusi dan habitat

Spesies ini ditemukan di Jepang, dan ke selatan hingga perairan Papua Nugini dan Australia utara.[1] Spesies ini umum ditemukan pada kedalaman 5 meter atau kurang di dasar berlumpur, dan sering terlihat tanpa adanya ikan di sekitarnya.

Perilaku

Tentakel Radianthus doreensis dapat mengerut atau menempel pada tangan orang yang mengganggunya. Anemon ini dapat menarik diri sepenuhnya ke dalam sedimen.[1]

Simbion

250px-Amphiprion_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Amphiprion clarkii pada Radianthus doreensis

R. doreensis adalah inang bagi 5 spesies ikan yang berbeda.[1][n 1]

Catatan

  1. ↑ R. doreensis tercatat [1] sebagai inang dari Amphiprion chrysogaster, anemonfish Mauritius, namun hal ini merupakan kesalahan.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Fautin, Daphne G.; Allen, Gerald R. (1997). Field Guide to Anemone Fishes and Their Host Sea Anemones. Western Australian Museum. ISBN 9780730983651. Diarsipkan dari asli tanggal 14 April 2015.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Ollerton, Jeff; McCollin, Duncan; Fautin, Daphne G.; Allen, Gerald R. (2007). "Finding NEMO: nestedness engendered by mutualistic organization in anemonefish and their hosts". Proceedings of the Royal Society of London B: Biological Sciences. 274 (1609): 591–598. doi:10.1098/rspb.2006.3758. PMC 1766375. PMID 17476781.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan