Jumat, 30 Oktober 2026
01:06 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Racun ikan

Bagikan:

Racun ikan (bahasa Inggris: fish toxins) adalah racun yang dipergunakan untuk membunuh ikan, agar supaya ikan itu mudah ditangkap.

Racun ikan biasa dipergunakan untuk menangkap ikan, dan biasa dipakai di saat sungai sedang surut, sehingga nampaklah ikan-ikan yang ada di situ. Di antara pemakainya, ada yang meracun memakai potasium,[1] dan kadang kala, ada yang memakai tumbuhan. Ada yang memakai mindi kecil (Melia azedarach L., dan ada pula yang memakai tumbuhan patah tulang (Euphorbia tirucalli L.).[2] Selain itu, tanaman tuba (Derris eliptica (Wallich) Benth.), yang akarnya dipergunakan untuk pestisida nabati, juga dapat digunakan sebagai racun ikan oleh sebab dia mengandung zat rotenon.[3]

Referensi

  1. ↑ Kosasih, Danny (29 September 2014). "Kemarau, Masyarakat Gunakan Racun untuk Tangkap Ikan di Ciliwung". Greeners. Diakses tanggal 14 Maret 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Dalimartha, Setiawan (2007). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. 3:67 dan 90. Jakarta: Puspa Swara. ISBN 978-3235-73-X.
  3. ↑ Humas Balitsa (27 Mei 2015). "Pestisida Nabati dari Akar Tuba (Derris elliptica (Wallich) Benth.)". Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-14. Diakses tanggal 14 Maret 2016.


Ikon rintisan

Artikel bertopik perikanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan