Kamis, 24 September 2026
05:38 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN

Qiangqu

Qiangqu
Chanyu
BerkuasaSekitar 179–188 M
PendahuluHuzheng
PenerusYufuluo
AyahDari suku Qiang (Kiyan) pihak ibu

Qiangqu (Hanzi:羌渠; berkuasa 179–188 AD) adalah chanyu Xiongnu Selatan dari tahun 179 hingga 188 M.[1]

Masa kekuasaan Qiangqu berbarengan dengan kekacauan yang terjadi di Dinasti Han, dan ada beberapa catatan sejarah Tiongkok yang membahas hubungan mereka dengan Xiongnu Selatan. Pada tahun 187 M, Qiangqu mengirim pasukan berkuda di bawah kepemimpinan Pangeran Tuqi Timur untuk membentu Gubernur Provinsi Yuzhou melawan mantan Gubernur Provinsi Zhongshan, Zhang Shun, yang telah memberontak dan bersekutu dengan suku Xianbei. Keputusan Qiangqu mengakibatkan kemarahan dari para tetua. Pada tahun 188 M, klan Xiuchuge memberontak dan membunuh Qiangqu. Gelar chanyu lalu diberikan kepada putranya, Yufuluo.

Catatan kaki

  1. Bichurin N.Ya., "Collection of information on peoples in Central Asia in ancient times", vol. 1, hlm. 70–86

Daftar pustaka

  • Barfield, Thomas (1989), The Perilous Frontier: Nomadic Empires and China, Basil Blackwell
  • Bichurin N.Ya., "Collection of information on peoples in Central Asia in ancient times", vol. 1, p. 146, Sankt Petersburg, 1851, reprint Moscow-Leningrad, 1950 (Qian Han Shu Ch. 94b)
  • Chang, Chun-shu (2007), The Rise of the Chinese Empire 1, The University of Michigan Press
  • Cosmo, Nicola Di (2002), Ancient China and Its Enemies, Cambridge University Press
  • Cosmo, Nicola di (2009), Military Culture in Imperial China, Harvard University Press
  • Crespigny, Rafe de (2007), A Biographical Dictionary of Later Han to the Three Kingdoms, Brill
  • Loewe, Michael (2000), A Biographical Dictionary of the Qin, Former Han, and Xin Periods, Brill
  • Taskin B.S., "Materials on Sünnu history", Science, Moscow, 1968, p. 31 (In Russian)
  • Whiting, Marvin C. (2002), Imperial Chinese Military History, Writers Club Press
Didahului oleh:
Huzheng
Chanyu Xiongnu Selatan
179–188 M
Diteruskan oleh:
Yufuluo
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan