Rabu, 21 Oktober 2026
17:04 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Qataban

Qataban

Bagikan:
Kerajaan Qataban
Qatabanian: 𐩤𐩩𐩨𐩬
Awal abad ke-1 SM–Akhir abad ke-1 atau ke-2 Masehi
Qatabān pada 100 SM
Qatabān pada 100 SM
Ibu kotaTimna
Bahasa umumQatabanian
Agama Politeisme Arab Selatan
DemonimQatabanian
PemerintahanMonarki
Era Sejarah
• Didirikan
Awal abad ke-1 SM
• Dibubarkan
Akhir abad ke-1 atau ke-2 Masehi
Digantikan oleh
krjKerajaan
Himyar
krjKerajaan
Hadramaut
Sekarang bagian dariYaman

Qataban (Qatabanian: 𐩤𐩩𐩨𐩬, alih aksara: qtbn, har. 'Qatabān') adalah sebuah kerajaan Yaman kuno di Arabia Selatan yang ada sejak awal milenium pertama SM hingga akhir abad ke-1 atau ke-2 Masehi. Kerajaan ini merupakan salah satu dari enam kerajaan Arabia Selatan kuno di Yaman kuno, bersama Sabaʾ, Maʿīn, Ḥaḍramawt, Ḥimyar, dan Awsān.

Geografi

Qatabān berpusat di sekitar Wādī Bayhān, dan ibu kotanya adalah kota Timnaʿ.[1]

Tetangga Qatabān adalah Sabaʾ di barat laut dan barat, Awsān di selatan, serta Ḥaḍramawt di timur. Pada masa kejayaannya, wilayah Qatabān membentang dari Bāb al-Mandab di barat daya hingga gurun Ṣayhad di utara, dan mencapai batas barat wilayah Hadramaut di timur.[2]

Sejarah

Pra-sejarah

Permukiman manusia paling awal di wilayah Qatabān berasal dari sekitar abad ke-20 SM dan terdiri dari populasi Neolitik. Permukiman-permukiman paling awal di kawasan Qatabān berasal dari abad ke-11 hingga ke-10 SM.[3][2]

Kemudian, beberapa gelombang imigran berbahasa Semit dari Levant dan Mesopotamia datang ke Arabia Selatan, membawa berbagai unsur budaya baru, termasuk tembikar awal yang tampaknya juga berasal dari berbagai sumber. Budaya lokal dan pendatang ini pada akhirnya melahirkan kebudayaan Arabia Selatan Kuno yang menjadi bagian dari Qatabān.[3][2]

Kerajaan

Qatabān telah berkembang menjadi negara terpusat yang berpusat di Timnaʿ pada akhir abad ke-7 atau awal abad ke-6 SM. Pada suatu masa dalam periode awal ini, Qatabān diperintah oleh dua raja bersama, masing-masing bernama Hawfiʿamm Yuhanʿim, putra Sumhuʿalay Watar, yang dikenal melalui beberapa prasasti, serta Yadʿʾab, putra Ḏamarʿali.[3][4][2]

Pada akhir abad ke-7 SM, Qatabān dan kerajaan tetangganya, Ḥaḍramawt, awalnya merupakan sekutu raja Karibʾil Watar dari kerajaan Sabaʾ, tetapi kemudian pecah permusuhan antara Karibʾil Watar dan raja Qatabān, Yadʿʾab.[5] Pada abad ke-6 SM, Qatabān berada di bawah kendali Sabaʾ.[3][6]

Qatabān memperoleh kembali kemerdekaannya pada akhir abad ke-5 SM, setelah itu menolak hegemoni Sabaʾ dan menjadi salah satu negara dominan di kawasan Arabia Selatan bersama Maʿīn dan Ḥaḍramawt.[3][6][2] Qatabān berhasil menaklukkan Maʿīn, dan kemudian menjalankan kebijakan ekspansi yang sukses terhadap Sabaʾ serta merebut wilayah hingga Bāb al-Mandab dari bangsa Saba. Pada abad ke-3 SM, Qatabān menantang supremasi Sabaʾ di Arabia Selatan.[5] Pada suatu masa di abad ke-1 SM, Qatabān membentuk koalisi dengan Ḥaḍramawt, Radman, Maḏay, dan suku-suku Arab nomaden melawan Sabaʾ. Pada periode ini, para raja Qatabān menggunakan gelar mukarrib (harfiah: 'penyatu'), yang dipakai oleh para hegemon lokal di Arabia Selatan, serta malik (harfiah: 'raja').[6][2]

Pada abad ke-2 SM, Qatabān kehilangan bagian barat daya wilayahnya ketika konfederasi suku Ḥimyar memisahkan diri sekitar tahun 110 SM dan bergabung dengan Sabaʾ untuk membentuk kerajaan Sabaʾ dan Ḏū-Raydān. Setelah itu, Qatabān mulai mengalami kemunduran, mengakhiri masa kejayaannya yang telah berlangsung sejak abad ke-5 SM.[3][7][2]

Penulis Yunani-Romawi Plinius Tua mencatat bahwa pada masa ekspedisi Aelius Gallus yang gagal ke Arabia Selatan pada tahun 26 SM, bangsa Qatabān dikenal sebagai pejuang yang tangguh.[8]

Kerajaan Qatabān akhirnya berakhir ketika Ḥaḍramawt dan Ḥimyar membagi wilayahnya di antara mereka dan mencaploknya pada akhir abad ke-1 M.[3][9][2]

Penyebutan

Sementara Sabaʾ dan Ḥaḍramawt disebutkan dalam Tabel Bangsa-Bangsa dalam Alkitab Ibrani, nama Qatabān tidak tercatat di dalamnya, kemungkinan karena pada saat penyusunan teks tersebut Qatabān belum menjadi negara yang merdeka.[2]

Penulis Yunani-Romawi Strabo mencatat nama Qatabān dalam bentuk Kattabania (Κατταβανία), dan menyebut ibu kotanya sebagai Tamna (Τάμνα), sementara penulis Romawi Plinius Tua menyebut bangsa Qatabān sebagai "Gebbanitae" dan menyebut Timnaʿ sebagai "Thomna”.[2]

Referensi

  1. ↑ Kitchen 2001, hlm. 122.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Van Beek 1997.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 Bryce 2009, hlm. 578.
  4. ↑ Hoyland 2002, hlm. 127.
  5. 1 2 Hoyland 2002, hlm. 42.
  6. 1 2 3 Kitchen 2001, hlm. 123.
  7. ↑ Schiettecatte 2017.
  8. ↑ Hoyland 2002, hlm. 46.
  9. ↑ Hoyland 2002, hlm. 47.

Bibliografi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan