Selasa, 03 November 2026
12:10 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Pyralis papaleonei

Bagikan:
Pyralis papaleonei
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Ordo: Lepidoptera
Famili: Pyralidae
Genus: Pyralis
Spesies:
P. papaleonei
Nama binomial
Pyralis papaleonei
Huemer, Kaila & Segerer, 2026

Pyralis papaleonei adalah sebuah spesies ngengat yang masuk dalam famili Pyralidae. Spesies tersebut bersifat endemik di Pegunungan Putih yang terletak di pulau Kreta, Yunani. Spesies tersebut sangat berkerabat dengan spesies lain yang ditemukan di kawasan Mediterania timur terutama Pyralis kacheticalis dan Pyralis regalis.[1]

Spesies tersebut diambil dari nama Paus Leo XIV yang kini menjadi pemimpin Gereja Katolik. Spesies tersebut dinamai "papaleonei" yang berasal dari kata Latin untuk Paus Leo, "Papa Leone".[2] Ini dilakukan dalam menghormati advokasi kuatnya terhadap iklim dan perlindungan lingkungan hidup.[1]

Referensi

  1. 1 2 Huemer, Peter; Kaila, Lauri; Segerer, Andreas H. (2026-04-28). "Pyralis papaleonei sp. nov. from Crete (Greece) (Lepidoptera, Pyralidae)". Nota Lepidopterologica (dalam bahasa Inggris). 49: 63–74. doi:10.3897/nl.49.185483. hdl:10138/632576. ISSN 2367-5365.
  2. ↑ "New 'Ecclesiastical' Moth named after Pope Leo XIV | Blog" (dalam bahasa American English). 2026-05-05. Diakses tanggal 2026-05-12.
Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan