Selasa, 20 Oktober 2026
08:44 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Poernomo Kasidi

Poernomo Kasidi

politisi Indonesia

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Poernomo Kasidi" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Poernomo Kasidi
250px-Poernomo_Kasidi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wali Kota Surabayake-12
Masa jabatan
1984–1994
PresidenSoeharto
GubernurWahono
Soelarso
Basofi Sudirman
WakilSoenarjo
(1988-92)
Istijono Soenarto
(1992-94)
PendahuluMoehadji Widjaja
PenggantiSoenarto Soemoprawiro
Informasi pribadi
Lahir(1933-09-22)22 September 1933
Batavia, Hindia Belanda
Meninggal15 Desember 1996(1996-12-15) (umur 63)
Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Suami/istriAsih Hartasih
PendidikanUniversitas Gadjah Mada
ProfesiDokter
Tentara

Poernomo Kasidi (EYD: Purnomo Kasidi) (22 September 1933 – 15 Desember 1996) adalah seorang tokoh militer Indonesia. Poernomo pernah mengemban tugas sebagai dokter umum Angkatan Darat Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Poernomo Kasidi merupakan Wali Kota Surabaya dua periode, yang menjabat pada tahun 1984-1994. Ia akrab disapa warga Surabaya dengan sebutan Pak Poer.

Kehidupan

Karier militer

Poernomo Kasidi adalah seorang dokter umum Angkatan Darat Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Sebagai dokter umum AD, ia harus berpindah-pindah tempat tinggal. Tugas pertamanya adalah di Malang, kemudian pindah ke Bangka, Kediri, kembali ke Malang, lalu berpindah ke Denpasar. Selain itu Poernomo Kasidi pernah bertugas saat peristiwa Dwikora. Poernomo juga sempat ditugaskan oleh Angkatan Darat untuk merawat kesehatan Presiden Soekarno di Istana Bogor. Setelahnya, ia kemudian berpindah-pindah tugas ke Kalimantan, Sulawesi Selatan, dan Timor Timur. Ketika bertugas di Timor Timur, Poernomo Kasidi sempat menolong menantu Presiden Soeharto, Prabowo Subianto, yang juga seorang perwira tinggi Angkatan Darat, saat mengalami luka serius setelah diserang pasukan Fretilin dalam peristiwa Operasi Seroja di Timor Timur. Sejak saat itu, ia menjalin hubungan pertemanan yang cukup dekat dengan Prabowo Subianto. Prabowo dikabarkan sering mengunjungi Poernomo secara diam-diam di kediamannya.

Wali Kota Surabaya

Poernomo Kasidi menjabat sebagai wali kota Surabaya selama dua periode, yaitu tahun 1984-1989 dan 1989-1994. Selama menjabat wali kota, Poernomo Kasidi juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Universitas Surabaya periode 1984-1994 dan Ketua Umum Persebaya.

Poernomo Kasidi menjadi wali kota yang sangat merakyat dan dicintai rakyatnya. Ia juga dikenal sebagai wali kota yang gemar blusukan untuk melihat kondisi langsung di lapangan. Bahkan tak jarang ia lebih memilih menggunakan sepeda untuk melihat kondisi langsung rakyatnya. Di bawah kepemimpinannya, Surabaya mengalami transformasi menjadi sebuah kota metropolitan modern yang tertata rapi dan manusiawi. Beberapa hasil pembangunan yang merupakan buah pemikiran Poernomo Kasidi di antaranya adalah kawasan kota satelit modern di Surabaya Barat dan Surabaya Timur, Gelora Bung Tomo, Kebun Bibit Surabaya, dan lain-lain.

Sebagai wali kota Surabaya, Poernomo dikenal sangat peduli dengan masalah sampah dan kebersihan kota. Ia sering mendatangi setiap kampung yang ada di Surabaya untuk memeriksa selokan (got), sehingga kemudian Poernomo juga dijuluki sebagai Wali Kota Got. Selain itu, Poernomo Kasidi juga dikenal sebagai wali kota yang memprioritaskan pembangunan kota berbasis penghijauan.

Untuk mewujudkan tata kota yang bersih dan manusiawi, Poernomo memulai program penataan kampung yang ada di Surabaya agar menjadi lebih indah, bersih dan hijau. Pada masa pemerintahannya banyak kampung yang jalannya diberi paving dan di sisi kiri dan kanan jalan dibangun saluran air yang ditutup dengan semen. Di atas saluran diletakkan pot yang berisi berbagai tanaman untuk penghijauan kampung. Selain itu, ia menata sistem sanitasi dan drainase kota untuk mengendalikan banjir yang terjadi di Surabaya. Poernomo Kasidi juga menciptakan pasukan kuning yaitu para pekerja kebersihan di Surabaya dengan seragam kuning yang bertujuan untuk merawat kebersihan kota setiap harinya.

Karena kepeduliannya terhadap masalah kebersihan kota, Surabaya berhasil meraih beberapa kali penghargaan adipura dan adipura kencana secara berturut-turut antara kurun 1984 hingga 1994.

Untuk mengakomodasi penduduk kalangan bawah, ia juga membangun beberapa rumah susun dengan harga yang sangat murah dan terjangkau.

Poernomo Kasidi juga memperhatikan penataan kota secara terencana dan konseptual. Beberapa di antaranya adalah dengan cara mengamankan kawasan Surabaya Barat untuk pembangunan kota mandiri dan kawasan Surabaya Timur sebagai kota marina yang berisi pemukiman modern lengkap dengan segala fasilitasnya. Di kedua kawasan ini, Poernomo memberikan izin tanah seluas ribuan hektar kepada para pengembang properti besar.

Pada saat ini di kedua kawasan ini terlihat banyak terdapat rumah mewah dengan arsitektur modern dan lingkungan yang tertata rapi layaknya di negara-negara maju. Hal ini merupakan buah pemikiran Poernomo ketika menjabat sebagai wali kota Surabaya. Salah satu ciri khas dari kawasan perumahan itu adalah tidak ada kabel yang berseliweran di udara. Semua kabel listrik maupun telepon berada di bawah tanah.

Dari hasil buah pemikiran Poernomo Kasidi dan banyaknya pengembang besar yang telah melaksanakan proyeknya, kawasan Surabaya Barat dan Surabaya Timur yang pada tahun 1960 dan 1970-an dikenal sebagai daerah mati dan tidak berkembang, kini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Selain perumahan mewah, di kedua kawasan ini kini telah terbentang sejumlah padang golf bertaraf internasional yang luas sehingga membuat kawasan menjadi hijau. Selain itu kedua kawasan ini telah dilengkapi sejumlah mal besar, taman air (waterpark), Universitas, dan Sekolah Internasional.

Dalam era Poernomo, Surabaya juga sedang mengalami booming pembangunan plaza dan gedung perkantoran. Bahkan untuk mewadahi minat investor, pemerintah kota menciptakan tujuh kawasan CBD (Central Business District), di antaranya adalah CBD Mayjen Sungkono yang merupakan jalan akses menuju kawasan Surabaya Barat dan beberapa kawasan CBD lainnya.

Selain itu, ia juga merencanakan beberapa proyek besar seperti pembelian incinerator untuk membakar sampah kota, pembangunan Surabaya Sport Center (termasuk Gelora Bung Tomo), dan Jembatan Suramadu.[1]

Referensi

  1. ↑ "Dr Poernomo Kasidi". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-28. Diakses tanggal 2015-09-27.
Didahului oleh:
Moehadji Widjaja
Wali Kota Surabaya
1984 - 1994
Diteruskan oleh:
Soenarto Soemoprawiro
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan