Rabu, 23 September 2026
03:42 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Purbodiningrat

Purbodiningrat

menantu Hamengkubuwana X dan Ratu Hemas dari anak ke-3

Purbodiningrat
ꦦꦸꦂꦨꦢꦶꦤꦶꦁꦫꦠ꧀
Kanjeng Pangeran Haryo
250px-KPU_Kanjeng_Pangeran_Haryo_Purbodiningrat.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
LahirJun Prasetyo
1 Juni 1976 (umur 50)
Yogyakarta, Indonesia
AyahR. H. Djuwanto Hadi
IbuR. Ngt. Hj. Handayati Djuwanto
PasanganGKR Maduretno
Nama lengkap
Kanjeng Pangeran Harya Purbadiningrat
WangsaHamengkubuwono
Keluarga Sultan Yogyakarta
Lambang Praja Cihna
Sri Sultan Hamengkubawana X
GKR. Hemas
Keluarga Inti
Keluarga Besar
  • GKR Anom (almh) lahir BRAjG Sri Murhanjati
    KPH Hadibrata (alm) lahir Kolonel Budi Permana
  • GBRAy Murdokusumo lahir BRAj Sri Murdiyatun
    KRT Murdokusumo (alm)
  • GBRAy Riyokusumo lahir BRAj Sri Kuswarjanti
  • GBRAy Darmokusumo lahir BRAj Sri Muryati
    KRT Darmokusumo (alm)
  • GBRAy Padmokusumo lahir BRAj Sri Kusuladewi
    KRT Padmokusumo
  • KGPH Hadikusumo (alm) lahir BRM Murtyanta
    BRAy Hadikusumo lahir Dr. Sri Hardani
  • KGPH Hadiwinoto (alm) lahir BRM Ibnu Prastowo
    BRAy Hadiwinoto lahir Aryuni Utari
  • GBPH Hadisuryo lahir BRM Kaswara
    BRAy Hadisuryo lahir Andinidevi
  • GBPH Prabukusumo lahir BRM Harumanto
    BRAy Prabukusumo (almh) lahir Kuswarini
  • GBPH Joyokusumo (alm) lahir BRM Sumyandana
    BRAy Joyokusumo lahir Nuraida
  • GBPH Pakuningrat lahir BRM Anindita
  • GBPH Yudhadiningrat lahir BRM Sulaksmana
    BRAy Yudhaningrat lahir Rr Endang Hermaningrum
  • GBPH Candraningrat lahir BRM Habirama
    BRAy Candraningrat lahir Hery Iswanti
  • GBPH Cakraningrat (alm) lahir BRM Prasasta
    BRAy Cakraningrat lahir Laksmi Indra Suharjana
  • GBPH Suryodiningrat lahir BRM Arianta
    BRAy Suryodiningrat lahir Farida Indah
  • GBPH Suryomataram lahir BRM Sarsana
    BRAy Suryomataram lahir Safarina Malik
  • GBPH Hadinegoro lahir BRM Harkamaya
    BRAy Hadinegoro lahir Iceu Cahyani
  • GBPH Suryonegoro lahir BRM Swatindra
    BRAy Suryonegoro (almh)

Kanjeng Pangeran Haryo Purbodiningrat (bahasa Jawa:ꦦꦸꦂꦨꦢꦶꦤꦶꦁꦫꦠ꧀, translit. Purbadiningrat, lahir 1 Juni 1976 dengan nama Jun Prasetyo) adalah suami dari Gusti Kanjeng Ratu Maduretno, putri ketiga Sri Sultan Hamengkubuwono X dengan Gusti Kanjeng Ratu Hemas dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Masa kecil dan pendidikan

Terlahir dengan nama Jun Prasetyo, Purbodiningrat menempuh masa kecil di Yogyakarta hingga menginjak bangku sekolah menengah pertama di SMP Negeri 5 Yogyakarta dan sekolah menengah atas di SMA Negeri 3 Yogyakarta. Dia kemudian melanjutkan sekolahnya ke Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta dengan bidang studi ekonomi hingga selesai dan meraih gelar Sarjana Ekonomi. Selanjutnya dia meneruskan kuliahnya di Southeastern University di Washington DC, Amerika Serikat hingga lulus dan meraih gelar MBA. Setelah lulus, Purbodiningrat berwiraswasta di Jakarta dan Yogyakarta hingga akhirnya menikah dengan Maduretno.

Pernikahan

Pangeran Purbodiningrat menikah dengan Ratu Maduretno pada tanggal 9 Mei 2008. Sebelum menikah, terlebih dahulu dia diberi nama dan gelar baru. Nama yang diberikan oleh Sultan adalah Purbodiningrat sementara gelar yang diberikan adalah Kanjeng Raden Tumenggung, sementara itu calon pengantin wanita berubah gelarnya menjadi Gusti Raden Ayu (GRAy) Purbodiningrat.[1] Saat wisuda pemberian gelar, disampaikan bahwa nama dan gelar ini baru boleh dipakai setelah dia resmi menikah. Akan tetapi sebelum pernikahan berlangsung, Sultan yang merayakan tumbuk ageng ulang tahun ke-64 berkenan memberikan gelar baru kepada putri dan calon menantunya. Purbodiningrat diangkat menjadi pangeran bergelar Kanjeng Pangeran Haryo, sedangkan calon istrinya diangkat menjadi Gusti Kanjeng Ratu Maduretno.[2]

Selayaknya acara pernikahan di kraton, rangkaian upacara dimulai dengan ritual "nyantri" yang diteruskan dengan acara siraman.[3] Keesokan harinya, ijab kabul diadakan di masjid keraton hanya diikuti oleh mempelai pria.[4] Usai ijab kabul, barulah pengantin pria dipertemukan dengan pengantin wanita di bangsal kencana. Acara ini dihadiri oleh pejabat tinggi negara.[5]

Rangkaian upacara pernikahan diakhiri dengan acara pamitan.[6] Berbeda dengan pernikahan adik-adiknya Ratu Hayu dan Ratu Bendoro, pernikahan Purbodiningrat dan Ratu Maduretno tidak diikuti dengan prosesi kirab.

Pekerjaan

Bab atau bagian biografi ini berkualitas rendah karena ditulis menyerupai resume atau daftar riwayat hidup (Curriculum Vitae). Tolong bantu perbaiki agar netral dan ensiklopedis. (Juli 2023)

Pangeran Purbodiningrat yang awalnya adalah wiraswastawan, pernah bekerja sebagai pegawai PEMDA DIY sebagai Penatalaksana Pembinaan APBD Kabupaten/Kota Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset PEMDA Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pada tahun 2014, Purbodiningrat mencalonkan diri sebagai anggota DPRD DIY melalui partai PDIP dan terpilih sebagai anggota dengan mengantongi 15,861 suara.[7]

Riwayat Pekerjaan

  • 1994 - 2009: Swasta dan wiraswasta
  • 2009 - 2013: PNS PEMDA Daerah Istimewa Yogyakarta
  • 2014 - 2019: Anggota DPRD-DIY, Fraksi PDI Perjuangan
  • 2019 - 2024: Anggota DPRD-DIY, Fraksi PDI Perjuangan

Aktivitas Sosial

  • 2010 - Sekaran: SAR DIY
  • 2010 - 2015: LPM Suluh Desa
  • 2011 - sekarang: Ketua Dewan Pengurus Wilayah Assosiasi Hutan Tanaman Rakyat Mandiri Indonesia (AHTMRMI) Provinsi DIY [8]
  • 2019 - 2024: Ketua Harian PB ESI DIY
  • 2021 - 2026: Ketua Umum KBA Padmanaba Kompartemen Yogyakarta
  • 2020 - 2025: Ketua Umum Pengda PERBASI DIY
  • 2020 - 2025: Ketua Umum Pengda IPSI DIY
  • 2022 - 2027: Sekjen KBA Padmanaba Pusat
  • 2022 - 2027: Ketua Umum Pengda Perbakin DIY[9]
  • 2023 - 2027: Ketua Umum Pengda IMI DIY

Referensi

  1. Kunto Wibisono (28 April 2008). "Sultan HB X akan nikahkan putrinya". Antara. Diakses tanggal 9 Mei 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Ruslan Burhani (6 Mei 2008). "Peringatan tumbuk ageng sultan HB X". Antara. Diakses tanggal 9 mei 2015.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  3. Erwin Edhi Prasetyo (8 Mei 2008). "Calon Mempelai Nyantri dan ikuti siraman". Bola, Kompas. Diakses tanggal 23 Desember 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Sugiarto (10 Mei 2008). "Air mata haru iringi ijab kabul". Suara Merdeka. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-12-23. Diakses tanggal 23 Desember 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Rosalia Setyawati (10 Mei 2008). "KPH Purbodiningrat dan GKR Maduretno panggih di bangsal kencana". Kompas.com. Diakses tanggal 23 Desember 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. BGS/NDR (10 Mei 2008). "Pengantin Pamitan pada Sultan". Detik.com. Diakses tanggal 23 Desember 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. Ahmad Lutfie (25 April 2015). "Menantu Sultan lolos ke DRPD DIY". Kedaulatan Rakyat. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-12-24. Diakses tanggal 23 Desember 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. Humas (16 Mei 2012). "Dewan Pengurus Wilayah AHTMRMI dilantik". Pemda DIY. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-12-23. Diakses tanggal 23 Desember 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. "KPH Purbodiningrat Pimpin Perbakin DIY". krjogja.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-11-11.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan