Senin, 19 Oktober 2026
02:59 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Pulau Takeshima

Pulau Takeshima

pulau di Jepang

Bagikan:
Ada usul agar artikel ini digabungkan ke Karang Liancourt. (Diskusikan)
Ini adalah artikel tentang Takeshima versi Jepang. Untuk versi pihak Korea Selatan lihat Pulau Dokdo. Untuk melihat versi umum lihat Batu Liancourt.
250px-Location-of-Liancourt-rocks-en.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lokasi Batu Liancourt yang berada di antara Korea dan Jepang
250px-Liancourt_Rocks_Map.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta detail
250px-Takeshima-Shimane.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Takeshima (versi Jepang)

Takeshima adalah sekelompok pulau, yang merupakan bagian sah (klaim Jepang) dari wilayah pulau Oki, Kabupaten Oki, Prefektur Shimane. Posisinya dari pantai terdekat Jepang adalah di sebelah barat laut. Takeshima berjarak 157 km dari kepulauan Oki atau berjarak 212 km dari pantai barat. Takeshima terdiri dari dua buah pulau utama dan beberapa buah atol-atol kecil yang berbatu. Luasnya adalah 210.000 meter persegi, yaitu sebanding dengan lima kali ukuran Tokyo Dome, arena hiburan di kota Tokyo.

Takeshima yang terdiri dari dua buah pulau utama dan beberapa buah atol-atol kecil yang berbatu miskin sumber daya air tawar dan tidak layak huni. Namun, arus hangat atau panas dari wilayah selatan (Tsushima) yang bertemu arus dingin atau arus Liman dari wilayah utara di wilayah sekitar Takeshima membuat Takeshima menjadi daerah kaya ikan dan alga serta potensi-potensi laut lainnya.

Pada saat ini, dengan adanya peraturan ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) 200 mil, Takeshima dan daerah di sekitarnya adalah harga mati bagi Jepang dan merupakan nilai atau harta berharga tidak hanya bagi Prefektur Shimane, tetapi juga untuk seluruh negeri karena potensi perikanan, akses ke sumber daya kelautan dan kandungan energinya yang akan sangat menguntungkan pada masa-masa mendatang.

Sejarah

250px-TakeshimaOki.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Plang teritorial yang didirikan oleh Penjaga Pantai Jepang dari Prefektur Shimane di pulau Takeshima pada bulan Juni, 1953

Meskipun tidak ada catatan tanggal resmi yang tepat dari penemuan Takeshima dan wilayah sekitarnya, Takeshima telah dikenal orang Jepang sejak awal Zaman Edo (1603-1868).

Pada tahun 1618, Jinkichi Oya dan Ichibei Murakawa dari kota Yonago mendapat izin dari Pemerintah Keshogunan yang waktu itu menguasai Jepang untuk berlayar ke Pulau Ulleung (daerah administrasi kerajaan Silla yang sekarang menjadi bagian Korea Selatan) untuk menangkap abalone, singa laut, dan menebang pohon dan bambu untuk kayu. Dalam perjalanan mereka ke Pulau Ulleung, mereka menggunakan Takeshima sebagai tempat peristirahatan, dan di Takeshima pula mereka berburu banyak hewan terutama burung dan memancing ikan. Tepat ada 1661, para keluarga (Klan) Oya dan keluarga (klan) Murakawa diberi izin resmi untuk melakukan perjalanan ke Takeshima oleh Pemerintah Keshogunan.

1969, pemerintah keshogunan Jepang melarang adanya kunjungan dalam bentuk apapun ke pulau Ulleung, kerajaan Silla karena pada waktu itu meletus konflik hebat antara Edo (Jepang) dan Silla (Korea), tetapi kunjungan ke Takeshima tidak dilarang. Pada 1836, seorang pria bernama Imazuya Hachiemon dihukum karena ia berlayar ke Pulau Ulleung "dengan dalih mengunjungi Takeshima". Nama Takeshima sebagai wilayah negeri Jepang dipertahankan selama Zaman Edo dengan merekam informasi mengenai Takeshima di buku-buku dan di peta.

Setelah Restorasi Meiji, sejumlah besar nelayan mulai kembali mengunjungi pulau Ulleung, dan mereka menjadikan wilayah Takeshima sebagai wilayah peristirahatan. Sejak akhir dekade kedua zaman Meiji (1868-1912), banyak keluarga dan orang-orang dari Kepulauan Oki, Prefektur Shimane mengunjungi Takeshima yang didaulat sebagai wilayah Jepang untuk memancing abalone, singa laut, dan beragam hewan laut lainnya.

Mengingat latar belakang sejarah Takeshima, tidak ada keraguan bahwa Takeshima sah dan meyakinkan milik Jepang (Klaim Jepang).

37°14′30″N 131°52′00″E / 37.24167°N 131.86667°E / 37.24167; 131.86667

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan