Rabu, 21 Oktober 2026
09:08 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Pulau Serutu

pulau di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat

Bagikan:
Pulau Serutu
osm-intl,7,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Pulau_Serutu&revid=29281675&groups=_3a6795cf5f688654709536be19a4117590e74a63&parser=parsoid
Peta interaktif Pulau Serutu
Geografi
Koordinat1°42′0″S 108°45′0″E / 1.70000°S 108.75000°E / -1.70000; 108.75000
KepulauanKepulauan Karimata
Luas21,96 km2
Titik tertinggi480 m
Pemerintahan
NegaraIndonesia
ProvinsiKalimantan Barat
KabupatenKayong Utara
KecamatanKepulauan Karimata

Pulau Serutu adalah salah satu pulau yang terdapat pada kawasan Kepulauan Karimata, yang termasuk dalam wilayah Provinsi Kalimantan Barat.[1] Secara astronomis, pulau ini berada pada koordinat 1°43' LS dan 108°44' BT, serta merupakan pulau yang terletak paling barat daya di kawasan kepulauan tersebut. Secara umum, kawasan perairan di sekitar pantai pulau ini cukup aman untuk pelayaran. Namun, bagian teluk-teluk kecil serta ceruk di sekitarnya cenderung dangkal dan memiliki rintangan bawah laut.[2]

Di pulau ini juga terdapat tiga buah prasasti beraksara Tionghoa peninggalan dari armada Dinasti Yuan, yaitu Prasasti Pasir Kapal serta Prasasti Pasir Cina I dan II.[3]

Geografi dan iklim

Pulau Serutu memiliki karakteristik topografi yang didominasi oleh pegunungan dengan kawasan pesisir berupa tebing batu yang curam. Titik tertinggi pulau berupa sebuah puncak dengan ketinggian kira-kira 480 meter yang terletak di bagian tengah pulau. Pada sisi barat laut, terdapat semenanjung berbatu yang apabila diamati dari arah barat akan terlihat menyerupai sebuah pulau kecil yang terpisah.[2]

Iklim di pulau ini ialah iklim sedang dengan suhu harian rata-rata berkisar 15 °C. Periode dengan suhu tertinggi jatuh pada bulan April yang mencapai 24 °C, sementara periode terdingin terjadi pada bulan Januari dengan suhu turun hingga 0 °C.[4] Curah hujan tahunan rata-rata mencapai 2.933 milimeter. Bulan Desember menjadi periode dengan intensitas hujan tertinggi sebesar 553 milimeter, sedangkan tingkat curah hujan terendah terjadi pada bulan September dengan volume hanya 42 milimeter.[5]

Area perairan dekat pesisir utara sering kali dilanda badai angin kencang (squall) mendadak yang bertiup dari daratan saat memasuki periode Muson Tenggara (musim kemarau).[2]

Navigasi pelayaran

Terdapat sebuah suar yang dilengkapi dengan perangkat pemancar sinyal pandu (racon). Perangkat navigasi ini dibangun di atas struktur menara rangka besi setinggi 25 meter. Menara tersebut berada di atas sebuah perbukitan dengan jarak sekitar 1 mil masuk ke arah daratan dari ujung barat pulau. Selain itu, terdapat laporan mengenai titik kedalaman laut spesifik sedalam 25,6 meter pada posisi 9 mil di sebelah barat-barat daya dari lokasi suar.[2]

Antara Pulau Serutu dan Pulau Karimata terbentang sebuah alur laut dalam yang aman untuk dilayari kapal. Selat ini memiliki lebar jalur sekitar 2,5 mil dihitung di antara batas garis kedalaman 11 meter. Punggungan atau dangkalan pasir bawah laut yang membentang sejauh 5 mil ke arah selatan dari Tanjung Dungu membentuk sisi sebelah timur dari jalur pelayaran ini. Adanya batas beting pasir bawah laut tersebut biasanya dapat diidentifikasi secara visual lewat perubahan warna air laut yang tampak hijau muda di permukaan.[2]

Prasasti

Di Pulau Serutu terdapat jejak sejarah dari akhir abad ke-13 berupa tiga buah prasasti beraksara Tionghoa, yaitu Prasasti Pasir Kapal serta Prasasti Pasir Cina I dan II. Ketiga prasasti ini menjadi bukti arkeologis persinggahan armada Mongol utusan Kublai Khan dari Dinasti Yuan dalam misi invasi menuju Pulau Jawa. Hal tersebut sekaligus menegaskan bahwa Pulau Serutu merupakan salah satu titik dalam jalur pelayaran ekspedisi militer tersebut.[3]

Referensi

  1. ↑ Pulau Serutu pada GeoNames.Org (cc-by); dimutakhirkan pada 2012-01-17; basis data diunduh pada 2015-11-27
  2. 1 2 3 4 5 Pub163, 2005 Sailing Directions (Enroute): Borneo, Jawa, Sulawesi, and Nusa Tenggara (dalam bahasa Inggris). ProStar Publications. 2005. ISBN 978-1-57785-654-2.
  3. 1 2 "Prasasti di Pulau Serutu, Jejak Kekaisaran Mongol Menginvasi Jawa - National Geographic". National Geographic. Diakses tanggal 2026-05-26.
  4. ↑ "NASA Earth Observations Data Set Index". NASA. Diakses tanggal 30 Enero 2016.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  5. ↑ "NASA Earth Observations: Rainfall (1 month - TRMM)". NASA/Tropical Rainfall Monitoring Mission. Diakses tanggal 30 Enero 2016.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan