Rabu, 14 Oktober 2026
12:35 WIB
TERKINI
Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas
Pulau Flint

Pulau Flint

Bagikan:
Pulau Flint
NASA-FlintIsland
Citra satelit NASA dari Pulau Flint
osm-intl,7,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Pulau_Flint&revid=29036554&groups=_9f1242680f268cb1055c8839659a32b646ff655b&parser=parsoid
Peta interaktif Pulau Flint
Geografi
LokasiSamudra Pasifik
Koordinat11°25′49″S 151°49′08″W / 11.43028°S 151.81889°W / -11.43028; -151.81889
JenisKarang rendah
KepulauanKepulauan Line
Luas2.6 km2
Panjang4.086 m
Titik tertinggi7.6 m
Pemerintahan
NegaraKiribati
Kependudukan
PendudukTidak berpenghuni jiwa
Info lainnya
Zona waktu
  • UTC+14

Pulau Flint adalah pulau karang yang tidak berpenghuni di Samudra Pasifik tengah. Pulau ini merupakan salah satu dari beberapa pulau yang membentuk Kepulauan Line Selatan di bawah yurisdiksi Kiribati. Pada 2015, pemerintah Kiribati menetapkan zona larangan seluas dua belas mil laut (22 kilometer; 14 mil) di sekitar setiap pulau di Kepulauan Line Selatan (Caroline, Flint, Vostok, Malden, dan Starbuck), yang melarang kegiatan penangkapan ikan di perairan sekitarnya.[1]

Geografi

Pulau Flint terletak sekitar 740 kilometer (400 mil laut; 460 mil) barat laut Tahiti, 190 kilometer (100 mil laut; 120 mil) selatan-tenggara Pulau Vostok, dan 220 kilometer (120 mil laut; 140 mil) barat daya Pulau Caroline. Pulau ini memiliki panjang sekitar 2,5 mil (4,0 kilometer) dan lebar 0,5 mil (0,8 kilometer) di titik terlebar, dengan luas daratan 1 mil persegi (2,6 kilometer persegi) dan ketinggian mencapai 25 kaki (7,6 meter) di atas permukaan laut. Pulau ini dikelilingi oleh terumbu karang sempit sehingga tidak memiliki tempat berlabuh yang aman, membuat pendaratan menjadi sulit.

Menurut Ekspedisi Penjelajahan AS (5 Februari 1841), Flint dulunya ditutupi hutan purba yang lebat, namun saat ini pulau ini sebagian besar ditanami pohon kelapa.

Di bagian dalam pulau terdapat empat danau air payau. Danau terbesar, Danau Arundel, memiliki lebar 168 meter pada titik terlebar dan diduga merupakan sisa laguna. Danau paling selatan, Danau Chase, terbentuk dari sumur tua yang meluap. Dua danau lainnya, Danau Mago dan Danau Bunya, terbentuk akibat penambangan guano. Terdapat jaringan trem yang ditinggalkan di pulau ini yang menghubungkan ke Danau Mago dan Danau Bunya, karena lokasi tersebut dulunya menjadi area penambangan guano terbesar di pulau ini.

Terdapat sebuah tempat pendaratan kecil di terumbu barat laut yang dibuat dengan cara diledakkan, ditandai oleh sebuah obelisk beton setinggi 9 meter (30 kaki) di pantai.

Dibandingkan dengan pulau-pulau Line lainnya, Flint tampak menerima curah hujan yang lebih tinggi, sering mengalami hujan selama beberapa minggu berturut-turut.[2]

Sejarah

Pulau Flint ditemukan oleh ekspedisi Spanyol yang dipimpin Ferdinand Magellan pada 4 Februari 1521, dan diberi nama Tiburones (Hiu dalam bahasa Spanyol) karena banyaknya hiu yang ditangkap para pelaut di sekitarnya. Bersama dengan Puka-Puka (diberi nama San Pablo), kedua pulau ini dinamai Islas Infortunadas (Pulau-Pulau Malang dalam bahasa Spanyol).[3] Pulau Flint ditemukan kembali pada 8 April 1809 oleh kapten Amerika Obed Chase dengan kapal Hope milik Edmund Fanning. Di pulau itu, Chase menempelkan sebuah koin Amerika pada sebuah pohon, yang juga menjadikannya orang pertama yang diketahui menginjakkan kaki di pulau tersebut.[4] Kemungkinan di sinilah nama modern pulau ini muncul. Teori yang kini ditinggalkan menyatakan pulau ini dinamai dari Kapten Keen, yang mengunjungi pada 1835, tetapi catatan dalam Krusenstern's Hydrographie der grössern Ozeane yang diterbitkan pada 1819 menunjukkan bahwa pulau ini sudah memiliki nama Flint. Pulau Flint diklaim berdasarkan Undang-undang Guano AS 1856, namun tampaknya tidak pernah didiami.

Pulau ini disewa oleh Inggris kepada Houlder Brothers and Co. dari London, yang melakukan penambangan guano di bagian tengah pulau dari 1875 hingga 1880 di bawah manajer lapangan John T. Arundel. Mulai 1881, John T. Arundel & Co. melanjutkan bisnis pertambangan tersebut. Area yang digali kemudian terisi air payau, membentuk dua dari empat danau di pulau ini. Pohon kelapa ditanam oleh Arundel pada 1881 dan produksi kopra berlangsung hingga 1891.[2]

Pulau ini disewa pada 1911 oleh S.R. Maxwell and Co., Ltd., yang mempekerjakan 30 orang buruh dan satu manajer untuk memanen kopra dari sekitar 30.000 pohon kelapa. Pemukiman ini ditinggalkan pada 1929. Saat ini, pohon kelapa telah menutupi 96% pulau dan telah menumbangkan hampir semua pohon pisonia kecuali beberapa.[2]

Pada 11 Agustus 1974, masih terdapat lima pekerja Tahiti yang menambang guano dari sebuah kamp sementara, namun kualitas guano buruk dan jarang terjual.[2]

Referensi

  1. ↑ Warne, Kennedy (September 2014). "A World Apart – The Southern Line Islands". National Geographic. Diarsipkan dari asli tanggal 21 Agustus 2017. Diakses tanggal 15 Mei 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 Kepler, Angela. "Line Islands expedition (1974) report and details" (PDF).
  3. ↑ Maude, H.E. "Spanish discoveries in the Pacific" Journal of the Polynesian Society, Wellington, New Zealand, 1959, Volume 68, No. 4, p 291-293.
  4. ↑ Dehner, Steve (2021-08-21). The Armchair Navigator III (dalam bahasa Inggris). Bad Tattoo Inc.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan