Minggu, 04 Oktober 2026
02:12 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Puisi Stalin

Puisi Stalin

Bagikan:
250px-Stalin_1894.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stalin pada tahun 1894, saat itu ia mendaftarkan diri di Seminari Ortodoks, Tiflis.

Sebelum menjadi anggota revolusioner Bolshevik dan pemimpin Uni Soviet, Josef Stalin adalah seorang penyair yang cukup menjanjikan.

Di Seminari Ortodoks Tiflis, tempat ia belajar mulai tahun 1894, Ioseb Besarionis dze Jughashvili yang kemudian mengubah namanya sendiri menjadi Stalin, sering membaca karya-karya Goethe dan Shakespeare dalam terjemahan, dan dapat melafalkan puisi karya Walt Whitman. Dia juga mulai menulis puisi Romantis dalam bahasa Georgia. Pada tahun 1895, dalam usia 17 tahun, karya Jughashvili mengesankan penyair terkenal Ilia Chavchavadze, yang kemudian menerbitkan lima puisi Stalin dalam jurnalnya di majalah Iveria, memakai nama samaran Soselo.[1]

Salah satu puisinya bertajuk "Pagi", yang didedikasikan kepada Pangeran Rafael Eristavi[1]), dimulai dengan bait:

"Tunas merah muda mulai mekar,
Segera akan berwarna violet biru pucat
Dan, melambai-lambai ditiup angin sepoi-sepoi,
Bunga bakung lembah telah merunduk di atas rumput."[2]

Daftar pustaka

  • Bennardo, Francesco (2019), Il Diavolo e l'Artista. Le passioni artistiche dei giovani Mussolini, Stalin, Hitler, Tralerighe, ISBN 978-88-3287-074-9.

Referensi

  1. 1 2 Simon Sebag Montefiore (Mei 19, 2007). "Before the terror". The Guardian. Diakses tanggal April 12, 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Suzanne Merkelson (April 8, 2011). "Bad Politics, Worse Prose". Foreign Policy. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-01-02. Diakses tanggal April 12, 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan