Rabu, 21 Oktober 2026
08:16 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Psikoinformatika

Bagikan:

Psikoinformatika (psychoinformatics) merupakan sebuah bidang studi irisan antara psikologi dan ilmu informatika. Bidang studi ini menggambarkan, menjelaskan, dan meramalkan perilaku manusia dengan mengoptimalkan komputasi dan pemahaman tentang kognisi, data, dan komunikasi. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, seperti kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin, serta eksperimentasi untuk menghasilkan, mengelola dan mengolah mahadata, merupakan kegiatan yang melekat pada psikoinformatika.

Psikoinformatika telah mengembangkan secara pesat metodologi penelitian psikologi. Kolaborasi psikologi dengan sains komputer dan sains data dalam psikoinformatika telah memperdalam pemahaman tentang kognisi, kepribadian, sikap, dan tingkah laku manusia dengan metode penambangan (mining), pemrosesan (processing), dan pemodelan (modelling) data yang lebih efisien dan efektif[1] daripada metode konvensional psikologi selama ini, seperti kuesioner laporan diri. Data genetik, data neurosains, dan data sosial, dapat disintesis maupun dianalisis[2] dengan cepat dan secara produktif dapat memberikan tilikan-tilikan (insights) baru mengenai realitas manusia dan lingkungannya. Psikoinformatika bukan hanya meningkatkan pemahaman tentang manusia melainkan juga, berbasiskan pemahaman itu, menghadirkan alat-alat intervensi yang dapat digunakan dalam pemberdayaan masyarakat[3] secara semakin murah dan semakin tepat guna dari waktu ke waktu.

Terdapat sejumlah tantangan terhadap psikoinformatika. Tantangan teknis adalah bagaimana mengintegrasikan psikoinformatika dengan jejaring sosial yang mewabah,[4] serta bagaimana memperoleh dan menghasilkan data yang bersih dan berkualitas. Tantangan substantif adalah bagaimana menggiatkan kolaborasi interdisiplin bahkan transdisiplin antara para ilmuwan psikologi dan ilmuwan komputer sehingga tidak terjebak pada ego sektoral masing-masing bidang ilmu. Tantangan etis dari psikoinformatika diantaranya adalah bagaimana mengelola privasi data.

Referensi

  1. ↑ Montag, Christian; Duke, Éilish; Markowetz, Alexander (2016-06-14). "Toward Psychoinformatics: Computer Science Meets Psychology". Computational and Mathematical Methods in Medicine (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-09-10.
  2. ↑ Yarkoni, Tal (2012-12-01). "Psychoinformatics: New Horizons at the Interface of the Psychological and Computing Sciences". Current Directions in Psychological Science (dalam bahasa Inggris). 21 (6): 391–397. doi:10.1177/0963721412457362. ISSN 0963-7214.
  3. ↑ "Psycho-Informatics: Big Data shaping modern psychometrics". Medical Hypotheses (dalam bahasa Inggris). 82 (4): 405–411. 2014-04-01. doi:10.1016/j.mehy.2013.11.030. ISSN 0306-9877.
  4. ↑ Beierle, Felix (2021). Integrating Psychoinformatics with Ubiquitous Social Networking: Advanced Mobile-Sensing Concepts and Applications. T-Labs Series in Telecommunication Services (dalam bahasa Inggris). Springer International Publishing. ISBN 978-3-030-68839-4.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan