Jumat, 30 Oktober 2026
14:01 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Pseudechis pailsei

Bagikan:
Ular mulga kerdil timur
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Elapidae
Genus: Pseudechis
Spesies:
P. pailsei
Nama binomial
Pseudechis pailsei
(Hoser, 1998)
Sinonim[1]
  • Pailsus pailsei
    Hoser, 1998
  • Pailsus pailsi
    — Wüster et al., 2001
  • Pseudechis pailsei
    — Wüster et al., 2005
  • Pseudechis pailsi
    — Maddock et al., 2017

Ular mulga kerdil timur (Pseudechis pailsei), juga umum dikenal sebagai ular coklat raja palsu, adalah sebuah spesies ular berbisa dalam famili Elapidae. Berasal dari Australia, spesies tersebut secara genetis dikonfirmasi sebagai spesies berbeda pada 2017.[2]

Taksonomi

Ular mulga kerdil timur awalnya dideskripsikan pada 1998 sebagai Pailsus pailsei oleh Raymond Hoser. Wolfgang Wüster mengidentifikasikan bahwa nama spesifiknya seharusnya disebut pailsi menurut aturan taksonomi pada 2001.[3] Namun, menurut International Code of Zoological Nomenclature (Article 32.5.1) pengucapanm aslinya yang seharusnya tetap dipakai, bahkan meskipun itu adalah latinisasi keliru.[1]

Etimologi

Nama spesifik, pailsi, diambil dari nama pembiak reptil Australia Roy Pails (kelahiran 1956).[4]

Referensi

  1. 1 2 Spesies Pseudechis pailsei di The Reptile Database . www.reptile-database.org.
  2. ↑ Maddock, Simon T.; Childerstone, Aaron; Fry, Bryan Grieg; Williams, David J.; Barlow, Axel; Wüster, Wolgang (2017). "Multi-locus phylogeny and species delimitation of Australo-Papuan blacksnakes (Pseudechis Wagler, 1830: Elapidae: Serpentes)" (PDF). Molecular Phylogenetics and Evolution. 107: 48–55. doi:10.1016/j.ympev.2016.09.005. PMID 27637992. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-12-20. Diakses tanggal 2017-04-27.
  3. ↑ Wüster, W.; Bush, B.; Keogh, J.S.; O'Shea, M.; Shine, R. (2001). "Taxonomic contributions in the "amateur" literature: comments on recent descriptions of new genera and species by Raymond Hoser" (PDF). Litteratura Serpentium. 21: 67–91.
  4. ↑ Beolens, Bo; Watkins, Michael; Grayson, Michael (2011). The Eponym Dictionary of Reptiles. Baltimore: Johns Hopkins University Press. xiii + 296 pp. ISBN978-1-4214-0135-5. (Pseudechis pailsei, p. 199).

Bacaan tambahan

  • Cogger H (2014). Reptiles and Amphibians of Australia, Seventh Edition. Clayton, Victoria, Australia: CSIRO Publishing. xxx + 1,033 pp. ISBN978-0643100350.
  • Hoser R (1998). "A New Snake from Queensland, Australia (Serpentes: Elapidae)". Monitor 10 (1): 5–9, 31. (Pailsus, new genus; Pailsus pailsei, new species).
  • Wilson, Steve; Swan, Gerry (2013). A Complete Guide to Reptiles of Australia, Fourth Edition. Sydney: New Holland Publishers. 522 pp. ISBN978-1921517280.
  • Wüster, Wolfgang; Dumbrell, Alex J.; Hay, Chris; Pook, Catharine E.; Williams, David J.; Fry, Bryan Grieg (2005). "Snakes across the Strait: trans-Torresian phylogeographic relationships in three genera of Australasian snakes (Serpentes: Elapidae: Acanthophis, Oxyuranus, and Pseudechis)". Molecular Phylogenetics and Evolution 34 (1): 1–14.



Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan