Minggu, 11 Oktober 2026
09:48 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Proyeksi ortografi

Proyeksi ortografi

Bagikan:
250px-Orthographic_projection_SW.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah proyeksi ortografi belahan bumi dari 30°BB–150°BT

Proyeksi ortografi (disebut juga proyeksi ortogonal, dalam sejarah juga disebut analema[1]) adalah suatu metode menggambarkan objek-objek tiga dimensi dalam dua dimensi, yang melibatkan memproyeksikan "tampak" benda tersebut dari garis-garis yang tegak lurus dengan bidang gambar. Salah satu contohnya adalah tampak depan, tampak atas, dan tampak samping sebuah rumah.[2] Salah satu catatan tertua penggunaan metode ini berasal dari Ptolemaeus, walaupun kemungkinan besar telah ditemukan sebelum itu, dan kelak dikembangkan di Dunia Islam dalam prosedur menemukan arah kiblat.[3]

Istilah ortografis kadang-kadang dicadangkan khusus untuk penggambaran objek di mana sumbu utama atau bidang objek juga paralel dengan bidang proyeksi,[4] tetapi ini lebih dikenal sebagai proyeksi multiview. Selanjutnya, ketika bidang utama atau sumbu suatu objek dalam proyeksi ortografis tidak sejajar dengan bidang proyeksi, tetapi agak miring untuk mengungkapkan banyak sisi objek, proyeksi tersebut disebut proyeksi aksonometrik. Sub-jenis proyeksi multiview meliputi rencana, ketinggian, dan bagian. Sub-jenis proyeksi aksonometrik meliputi proyeksi isometrik, dimetrik, dan trimetrik.

Lensa yang menyediakan proyeksi ortografis dikenal sebagai lensa telecentric objek-ruang.

Referensi

  1. ↑ Sawyer, F., Of Analemmas, Mean Time and the Analemmatic Sundial
  2. ↑ "Orthographic projection". Encyclopædia Britannica. 2018.
  3. ↑ John North (15 Juli 2008). Cosmos: An Illustrated History of Astronomy and Cosmology. University of Chicago Press. hlm. 89. ISBN 978-0-226-59441-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Maynard, Patrick (2005). Drawing Distinctions: The Varieties of Graphic Expression (dalam bahasa Inggris). Cornell University Press. ISBN 978-0-8014-7280-0.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan