Sabtu, 26 September 2026
05:58 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia
Proyeksi Fischer

Proyeksi Fischer

250px-D-Glyceraldehyde_2D_Fischer.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Proyeksi Fischer dari D-Gliseraldehida.
Fischer_projection.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Proyeksi molekul tetrahedral pada permukaan planar.
250px-Fischer_Projection2.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Visualisasi proyeksi Fischer.

Proyeksi Fischer (Fischer projection) adalah metode representasi dua dimensi untuk menggambarkan struktur molekul organik tiga dimensi menggunakan sistem proyeksi grafis. Metode ini diperkenalkan oleh kimiawan Jerman Emil Fischer pada tahun 1891 sebagai cara untuk menyederhanakan penyajian stereokimia karbohidrat, khususnya berbagai jenis gula.[1]

Proyeksi Fischer menjadi konvensi penting dalam kimia organik dan biokimia karena membantu memvisualisasikan kiralitas dan membedakan pasangan enansiomer. Metode ini menggunakan aturan visual bahwa garis horizontal pada diagram menunjukkan ikatan yang mengarah ke pengamat, sedangkan garis vertikal menunjukkan ikatan yang menjauhi pengamat. Dengan demikian, struktur stereokimia molekul dapat dianalisis tanpa memerlukan model tiga dimensi.[2]

Sejarah

Emil Fischer mengembangkan proyeksi ini ketika mempelajari konfigurasi absolut berbagai karbohidrat. Pada akhir abad ke-19, penentuan stereokimia gula merupakan tantangan besar karena belum adanya teknik spektroskopi modern. Proyeksi Fischer memberikan cara sistematis dan konsisten untuk menggambarkan hubungan stereokimia antarisomer, sehingga berperan penting dalam pemetaan struktur aldosa dan ketosa.[3]

Aturan umum

120px-D-glucose-chain-2D-Fischer.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Proyeksi Fischer dengan atom karbon
120px-DGlucose_Fischer.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Proyeksi Fischer tanpa atom karbon
Tiga proyeksi berbeda dari molekul yang sama (D-glukosa)

Beberapa prinsip dasar proyeksi Fischer meliputi:[4]

  • Garis horizontal menggambarkan substituen yang mengarah keluar dari bidang kertas (ke pengamat).
  • Garis vertikal menggambarkan substituen yang masuk ke dalam bidang kertas (menjauhi pengamat).
  • Gugus dengan prioritas tertinggi (menurut aturan prioritas Cahn–Ingold–Prelog) menentukan konfigurasi stereokimia.
  • Proyeksi Fischer hanya boleh diputar 180° di bidang gambar; rotasi 90° menghasilkan konfigurasi yang tidak valid.

Menurut aturan IUPAC, semua atom hidrogen sebaiknya digambarkan secara eksplisit; khususnya, atom-atom hidrogen pada gugus ujung suatu karbohidrat harus tetap dicantumkan. [5] Karenanya, proyeksi Fischer berbeda dengan rumus kerangka.

Penggunaan dalam stereokimia

Proyeksi Fischer sangat penting dalam:

  • Penentuan konfigurasi absolut (R/S)
  • Penentuan konfigurasi relatif (D/L)
  • Perbandingan struktur antargula seperti glukosa, galaktosa, dan ribosa
  • Representasi asam amino tertentu yang memiliki pusat kiral

Dalam kimia biologi, teknik ini juga digunakan untuk menjelaskan perubahan konfigurasi selama reaksi enzimatis, isomerisasi gula, serta interkonversi antara bentuk siklik dan rantai lurus (open-chain).[6]

Model lain

Proyeksi Haworth merupakan bentuk notasi kimia lain yang digunakan untuk menggambarkan gula dalam bentuk cincin. Dalam konvensi ini, gugus yang berada di sisi kanan pada proyeksi Fischer setara dengan gugus yang terletak di bawah bidang cincin pada proyeksi Haworth.[7]

Perlu ditekankan bahwa proyeksi Fischer tidak boleh disamakan dengan struktur Lewis, karena struktur Lewis tidak memuat informasi mengenai geometri tiga dimensi suatu molekul. Sistem lain yang dapat digunakan untuk memahami orientasi spasial adalah proyeksi Newman, yang menampilkan molekul dalam keadaan konformasi staggered atau eclipsed.[8]

Selain itu, notasi wedge-and-dash (garis tebal–putus-putus) juga sering digunakan untuk memperlihatkan stereokimia suatu molekul secara lebih jelas, terutama dalam konteks penentuan orientasi gugus-gugus terhadap bidang kertas atau layar.

Lihat pula

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Fischer projection.

Referensi

  1. ↑ Fischer, Emil (1891). "Zur Kenntniss der Configuration der Zucker und ihrer Derivate". Berichte der deutschen chemischen Gesellschaft. 24 (3): 2683–2695. doi:10.1002/cber.189102403202.
  2. ↑ Lambert, Joseph B. (1990). "Fischer Projections and the Anomeric Effect". Journal of Chemical Education. 67 (4): 326–331. doi:10.1021/ed067p326.
  3. ↑ Ribeiro, Paulo (2015). Stereochemistry and Organic Reactivity. Springer. hlm. 55–58. ISBN 978-3-319-15708-6.{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: checksum
  4. ↑ Moreno LF (Januari 2012). "Understanding Fischer Projection and Angular Line Representation Conversion". Journal of Chemical Education (dalam bahasa Inggris). 89 (1): 175–176. Bibcode:2012JChEd..89..175M. doi:10.1021/ed101011c. ISSN 0021-9584.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Brecher J (Januari 2006). "Graphical representation of stereochemical configuration (IUPAC Recommendations 2006)" (PDF). Pure and Applied Chemistry. 78 (10): 1897-1970 (1933-1934). doi:10.1351/pac200678101897. S2CID 97528124.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Solomons, T.W. Graham; Fryhle, Craig B. (2016). Organic Chemistry (Edisi 12). Wiley. hlm. 197–200. ISBN 978-1-119-06740-3.{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: checksum
  7. ↑ Mathews CK, Van Holde KE, Ahern KG (2000). Biochemistry (Edisi 3). San Francisco, Calif.: Benjamin Cummings. ISBN 978-0-8053-3066-3.
  8. ↑ Eliel EL, Wilen SH, Mander LN (1994). Stereochemistry of Organic Compounds. New York: Wiley. ISBN 978-0-471-01670-0. OCLC 27642721.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan