Sabtu, 03 Oktober 2026
22:47 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Proyek Runeberg

Bagikan:

Proyek Runeberg (Bahasa Swedia: Projekt Runeberg) adalah inisiatif arsip digital yang berfokus pada digitalisasi karya tulis yang penting bagi budaya dan sejarah negara-negara Nordik, dengan penekanan pada literatur Skandinavia dan teks-teks yang memiliki nilai budaya maupun historis.[1][2] Proyek ini didirikan oleh mahasiswa Swedia dari Universitas Linköping, yang mulai melakukan digitalisasi literatur berbahasa Nordik sejak tahun 1991.[3] Nama proyek ini diambil dari penyair nasional Finlandia Johan Ludvig Runeberg, sekaligus merupakan permainan kata yang merujuk pada Proyek Gutenberg.[4][5]

Karakteristik

Project Runeberg berfungsi sebagai arsip budaya digital yang menyediakan versi elektronik gratis dari buku-buku yang telah didigitalkan. Fokus utamanya adalah karya sastra dan tulisan yang berasal dari wilayah Nordik atau yang memiliki signifikansi budaya dan sejarah.[6]

Model proyek ini mengikuti pendekatan Project Gutenberg,[7][8] yaitu menyediakan akses bebas terhadap teks yang telah didigitalkan. Nama Runeberg juga merujuk pada tradisi penulisan Nordik kuno yang menggunakan rune,[9] serta dikaitkan dengan Johannes Gutenberg, yang berperan penting dalam perkembangan teknologi percetakan modern.[10]

Sejarah

Project Runeberg diprakarsai oleh mahasiswa Swedia Lars Aronsson bersama rekan-rekannya di Lysator Academic Computer Club, Universitas Linköping. Kegiatan digitalisasi dan pengarsipan literatur berbahasa Nordik secara sistematis mulai berkembang sekitar Juni 1992. Namun, inisiatif awal telah dimulai lebih dahulu pada Juli 1991, ketika Linus Tolke mengumumkan melalui sistem konferensi komputer LysKOM bahwa ia telah memulai digitalisasi Injil Yohanes dari terjemahan Alkitab Swedia tahun 1917 (1917 års Bibelöversättning).[3]

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. ↑ Ingemar Breithel, Ed., 2015, "Posten: Projekt Runeberg" [dalam Bahasa Swedia; diterjemahkan dalam Bahasa Inggris., "Entry: Project Runeberg"], dalam Nationalencyklopedin (ensiklopedia daring), lihat , diakses 24 Mei 2026. (perlu berlangganan)
  2. ↑ Marcus Boldemann, 2003, ""Kultur: Ugglan" hoar gratis på nätet" [dalam Bahasa Swedia; diterjemahkan dalam Bahasa Inggris., Culture: "'The owl' hoots for free online"], Dagens Nyheter (daring), 23 April 2003, lihat . diakses 24 Mei 2026.
  3. 1 2 "Project Runeberg Timeline (About Project Runeberg)". runeberg.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-24.
  4. ↑ "Runeberg, Johan Ludvig (Nordic Authors)". runeberg.org. Diakses tanggal 2026-05-24.
  5. ↑ Salmi, Hannu (2020-10-22). What is Digital History? (dalam bahasa Inggris). John Wiley & Sons. hlm. 9. ISBN 978-1-5095-3703-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Project Runeberg (dalam bahasa Inggris). The Project. 1994.
  7. ↑ Association, New York Library (1993). NYLA Bulletin (dalam bahasa Inggris). Vol. 41–42. New York Library Association. hlm. 13.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Lukas, Dalė T.; Cole, Jim E.; Maceviciene, Vida (1995). Empowering Users in the 21st Century: Proceedings of the Central European Conference and Exhibition for Academic Libraries and Informatics, September 27-29, 1993, Vilnius, Lithuania (dalam bahasa Inggris). Lithuanian Research and Studies Center. hlm. 70. ISBN 978-0-929700-13-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ↑ Posse, Lovisa Sénby; Nichols, Christopher (2021-08-02). "Runes, runes, and more runes – Scandinavian Archaeology" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-05-24.
  10. ↑ "Johannes Gutenberg | Printing Press, Inventions, Facts, Accomplishments, & Biography | Britannica". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-24.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan